|
|
| |
KEGAIBAN SEPANJANG HIDUP BUNG KARNO SANG PUTRA FAJAR |
|
|
| Pengirim |
Message |
RICH BOY
Mega Star


Jumlah posting: 534
Lokasi: in hode the heart
Registration date: 21.08.09
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: KEGAIBAN SEPANJANG HIDUP BUNG KARNO SANG PUTRA FAJAR Mon Nov 02, 2009 5:40 pm |
|
|
Dialah sang putra fajar,sekaligus president replubik indonesia yang pertama. siapa yang tidak kenal BUNG KARNO,selalu harum namanya di seluruh dunia bahka walaupun beliau sudah hampir 1 abad setelah belia meninggal dunia masih saja di perbincangkan oleh ,rakyat sampai para kaum praktisi supranatural.
KISAH 1.hotel di bali bekas perampasan kaum belanda ada sebuah hotel di bali dekat pantai bekas rampasan dari kaum belanda lalu bapak bk ingin membangun hotel usulnya,dengan syarat sisakan ruang khusus untuknya. dan setelah kematian pak bk dua tahun kemudia terjadi kebakaran besar yang menghanguskan seluruh isi hotel. namun anehnya kamar pak BK tidak termakan oleh api,bahka tirai yang terbuat dari kain yang mudah terbarkar saja masih utuh. hingga sekarang anda bisa melihat kamar khusus bung karno di hotel bali,seluruh perabotan masih utuh semasa bapak hidup.
2.PIDATO BAG.1 saat pak bk berpidato di depan istan pada saat itu kayaknya cuaca cerah. namun tidak lama dua jam kemudian pak bk berpidato,mendung di sertai hujan gerimis dan menjadi hujan deras. ANEHnya baju pak bk tidak basah bahka pak bk tidak memperdulikan hujan ,dan terus membangkitkan semangat rakyat melalui pidato'ujar al.pak rosikin r.s yang saat itu sebagai pengawal pribadi bung karno.
3.PIDATO KE 2 Tidak berhenti sampai di situ. Kisah lain lebih bernuansa tragi-komedi, ya tragis, ya komedis. Kisah terjadi di Gresik, Jawa Timur. Di tengah kerumunan massa, tampak seorang pejabat kolonial yang kebetulan keturunan pribumi. Ia harus memantau kegiatan pidato Sukarno, dan harus membuat laporan tertulis kepada pemerintah Hindia Belanda.
Pejabat kolonial keturunan pribumi yang disebut “patih” oleh Sukarno itu, tampak tekun dan khidmat mengikuti orasi Bung Karno. Ekspresinya sangat serius, seperti menyimak kata demi kata dengan hati. Dan, manakala meledak tempik-sorak massa, ia pun spontan bersorak dan bertepuk tangan penuh semangat, lupa akan baju seragam kolonial yang dipakainya.
Celaka duabelas… tidak jauh dari kerumunan massa, hadir juga Van der Plas, Direktur Urusan Bumiputera. Lebih apes lagi, Van der Plas melihat dengan mata kepala sendiri, anak buahnya ikut bersorak-sorak dan bertepuk tangan mendengarkan pidato Bung Karno. Kisah selanjutnya bisa Anda tebak, ia langsung dipecat
4.PADA SAAT KELILING MERAYAKAN 17 AGUSTUS pada saat itu adalah hari kebanggaan dan hari suka cita rakyat indonesia. seperti biasa pak bk(BUNG KARNO) keliling pawai melihat dan menengok rakyatnya. di tengah suka cita bangsa terjadilah hal yg mengejutkan yaitu munculnya seseorang yang menembak mobil pak bk,persis di bag pak bk duduk anehnya pak bk tidak mengalami cidera apapun dan hanya mobilnya saja yang tertembus pluru, padahal jarak pak bk ama kaca sangat berdekatan . ujar seseorang pengawal pak bk.
|
|
|
|
RICH BOY
Mega Star


Jumlah posting: 534
Lokasi: in hode the heart
Registration date: 21.08.09
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: KEGAIBAN SEPANJANG HIDUP BUNG KARNO SANG PUTRA FAJAR Mon Nov 02, 2009 5:47 pm |
|
|
|
|
|
|
chubbyboy
Bright Star

Jumlah posting: 84
Umur: 17
Zodiac Sign: Sagittarius
Chinese Zodiac: Kambing
Registration date: 14.08.09
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: KEGAIBAN SEPANJANG HIDUP BUNG KARNO SANG PUTRA FAJAR Mon Nov 02, 2009 5:58 pm |
|
|
bung karno hokinya gede ya
|
|
|
|
RICH BOY
Mega Star


Jumlah posting: 534
Lokasi: in hode the heart
Registration date: 21.08.09
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: KEGAIBAN SEPANJANG HIDUP BUNG KARNO SANG PUTRA FAJAR Mon Nov 02, 2009 6:46 pm |
|
|
|
YA gitu deh chubby,kebanyakan sih kaum supranatural dan rakyat menganggap bapak bk itu memiliki kesaktian yang linulih,di eprkuat saat pak bk turun dari kursi keperesidennya di istana terdapat banyak sekali pusaka tosan aji keris sakti loh,
|
|
|
|
RICH BOY
Mega Star


Jumlah posting: 534
Lokasi: in hode the heart
Registration date: 21.08.09
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: KEGAIBAN SEPANJANG HIDUP BUNG KARNO SANG PUTRA FAJAR Mon Nov 02, 2009 8:45 pm |
|
|
6.LOLOS NYA BUNG KARNO bung karno waktu di tahan di rengasdengklok pernah di kaabrkan hilang. padahal tralis baja masih utuh dan penjagaan sangat ketat pada saat itu konon pak bk di temukan sudah di kampung halamannya.
7.TITISAN DEWA WISNU dulu pada saat musim kemarau di bali bahka susah turun hujan padahal sudah di musim hujan ,hujan tidak turun turun. saat pak bk pertama kalinya ke bali maka turun lah hujan yang sanagt deras,rakyat bali mempercayai bahwa pak bk titisan dewa wisnu.
8.KOPIAH GAIB KONON kopiah bapak BK tidak bisa di cabut atau di angkat oleh orang lain selain bapak bk saja.di perkuat saat ada angin badai di istana bogor saat itu pak bk sedang pidato tiba tiba tertiup angin yg sangat kencang,sampai tenda rubuh anehnya kopiah Bapak BK tidak tertiup angin.
|
|
|
|
Terry Sie
Global Moderator


Jumlah posting: 6938
Umur: 18
Lokasi: Prime Minister Office / Highest Spiritual Leader Palace
Zodiac Sign: Capricorn
Chinese Zodiac: Kuda
Registration date: 11.10.08
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: KEGAIBAN SEPANJANG HIDUP BUNG KARNO SANG PUTRA FAJAR Tue Nov 03, 2009 8:11 am |
|
|
Senjakala Kekuasaan
Jakarta, Selasa, 16 Juni 1970. Ruangan intensive care RSPAD Gatot Subroto dipenuhi tentara sejak pagi. Serdadu berseragam dan bersenjata lengkap bersiaga penuh di beberapa titik strategis rumah sakit tersebut. Tak kalah banyaknya, petugas keamanan berpakaian preman juga hilir mudik di koridor rumah sakit hingga pelataran parkir.
Sedari pagi, suasana mencekam sudah terasa. Kabar yang berhembus mengatakan, mantan Presiden Soekarno akan dibawa ke rumah sakit ini dari rumah tahanannya di Wisma Yaso yang hanya berjarak lima kilometer.
Malam ini desas-desus itu terbukti. Di dalam ruang perawatan yang sangat sederhana untuk ukuran seorang mantan presiden, Soekarno tergolek lemah di pembaringan. Sudah beberapa hari ini kesehatannya sangat mundur. Sepanjang hari, orang yang dulu pernah sangat berkuasa ini terus memejamkan mata. Suhu tubuhnya sangat tinggi. Penyakit ginjal yang tidak dirawat secara semestinya kian menggerogoti kekuatan tubuhnya.
Lelaki yang pernah amat jantan dan berwibawa—dan sebab itu banyak digila-gilai perempuan seantero jagad, sekarang tak ubahnya bagai sesosok mayat hidup. Tiada lagi wajah gantengnya. Kini wajah yang dihiasi gigi gingsulnya telah membengkak, tanda bahwa racun telah menyebar ke mana-mana. Bukan hanya bengkak, tapi bolong-bolong bagaikan permukaan bulan. Mulutnya yang dahulu mampu menyihir jutaan massa dengan pidato-pidatonya yang sangat memukau, kini hanya terkatup rapat dan kering. Sebentar-sebentar bibirnya gemetar. Menahan sakit. Kedua tangannya yang dahulu sanggup meninju langit dan mencakar udara, kini tergolek lemas di sisi tubuhnya yang kian kurus.
Sang Putera Fajar tinggal menunggu waktu.
Dua hari kemudian, Megawati, anak sulungnya dari Fatmawati diizinkan tentara untuk mengunjungi ayahnya. Menyaksikan ayahnya yang tergolek lemah dan tidak mampu membuka matanya, kedua mata Mega menitikkan airmata. Bibirnya secara perlahan didekatkan ke telinga manusia yang paling dicintainya ini.
“Pak, Pak, ini Ega…”
Senyap.
Ayahnya tak bergerak. Kedua matanya juga tidak membuka. Namun kedua bibir Soekarno yang telah pecah-pecah bergerak-gerak kecil, gemetar, seolah ingin mengatakan sesuatu pada puteri sulungnya itu. Soekarno tampak mengetahui kehadiran Megawati. Tapi dia tidak mampu membuka matanya. Tangan kanannya bergetar seolah ingin menuliskan sesuatu untuk puteri sulungnya, tapi tubuhnya terlampau lemah untuk sekadar menulis. Tangannya kembali terkulai. Soekarno terdiam lagi.
Melihat kenyataan itu, perasaan Megawati amat terpukul. Air matanya yang sedari tadi ditahan kini menitik jatuh. Kian deras. Perempuan muda itu menutupi hidungnya dengan sapu tangan. Tak kuat menerima kenyataan, Megawati menjauh dan limbung. Mega segera dipapah keluar.
Jarum jam terus bergerak. Di luar kamar, sepasukan tentara terus berjaga lengkap dengan senjata.
Malam harinya ketahanan tubuh seorang Soekarno ambrol. Dia coma. Antara hidup dan mati. Tim dokter segera memberikan bantuan seperlunya.
Keesokan hari, mantan wakil presiden Muhammad Hatta diizinkan mengunjungi kolega lamanya ini. Hatta yang ditemani sekretarisnya menghampiri pembaringan Soekarno dengan sangat hati-hati. Dengan segenap kekuatan yang berhasil dihimpunnya, Soekarno berhasil membuka matanya. Menahan rasa sakit yang tak terperi, Soekarno berkata lemah.
“Hatta.., kau di sini..?”
Yang disapa tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Namun Hatta tidak mau kawannya ini mengetahui jika dirinya bersedih. Dengan sekuat tenaga memendam kepedihan yang mencabik hati, Hatta berusaha menjawab Soekarno dengan wajar. Sedikit tersenyum menghibur.
“Ya, bagaimana keadaanmu, No?”
Hatta menyapanya dengan sebutan yang digunakannya di masa lalu. Tangannya memegang lembut tangan Soekarno. Panasnya menjalari jemarinya. Dia ingin memberikan kekuatan pada orang yang sangat dihormatinya ini.
Bibir Soekarno bergetar, tiba-tiba, masih dengan lemah, dia balik bertanya dengan bahasa Belanda. Sesuatu yang biasa mereka berdua lakukan ketika mereka masih bersatu dalam Dwi Tunggal.
“Hoe gaat het met jou…?” Bagaimana keadaanmu?
Hatta memaksakan diri tersenyum. Tangannya masih memegang lengan Soekarno.
Soekarno kemudian terisak bagai anak kecil.
Lelaki perkasa itu menangis di depan kawan seperjuangannya, bagai bayi yang kehilangan mainan. Hatta tidak lagi mampu mengendalikan perasaannya. Pertahanannya bobol. Airmatanya juga tumpah. Hatta ikut menangis.
Kedua teman lama yang sempat berpisah itu saling berpegangan tangan seolah takut berpisah. Hatta tahu, waktu yang tersedia bagi orang yang sangat dikaguminya ini tidak akan lama lagi. Dan Hatta juga tahu, betapa kejamnya siksaan tanpa pukulan yang dialami sahabatnya ini. Sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh manusia yang tidak punya nurani.
“No…”
Hanya itu yang bisa terucap dari bibirnya. Hatta tidak mampu mengucapkan lebih. Bibirnya bergetar menahan kesedihan sekaligus kekecewaannya. Bahunya terguncang-guncang.
Jauh di lubuk hatinya, Hatta sangat marah pada penguasa baru yang sampai hati menyiksa bapak bangsa ini. Walau prinsip politik antara dirinya dengan Soekarno tidak bersesuaian, namun hal itu sama sekali tidak merusak persabatannya yang demikian erat dan tulus.
Hatta masih memegang lengan Soekarno ketika kawannya ini kembali memejamkan matanya.
Jarum jam terus bergerak. Merambati angka demi angka.
Sisa waktu bagi Soekarno kian tipis.
Sehari setelah pertemuan dengan Hatta, kondisi Soekarno yang sudah buruk, terus merosot. Putera Sang Fajar itu tidak mampu lagi membuka kedua matanya. Suhu badannya terus meninggi. Soekarno kini menggigil. Peluh membasahi bantal dan piyamanya. Malamnya Dewi Soekarno dan puterinya yang masih berusia tiga tahun, Karina, hadir di rumah sakit. Soekarno belum pernah sekali pun melihat anaknya.
Minggu pagi, 21 Juni 1970. Dokter Mardjono, salah seorang anggota tim dokter kepresidenan seperti biasa melakukan pemeriksaan rutin. Bersama dua orang paramedis, Dokter Mardjono memeriksa kondisi pasien istimewanya ini. Sebagai seorang dokter yang telah berpengalaman, Mardjono tahu waktunya tidak akan lama lagi. Dengan sangat hati-hati dan penuh hormat, dia memeriksa denyut nadi Soekarno. Dengan sisa kekuatan yang masih ada, Soekarno menggerakkan tangan kanannya, memegang lengan dokternya. Mardjono merasakan panas yang demikian tinggi dari tangan yang amat lemah ini. Tiba-tiba tangan yang panas itu terkulai. Detik itu juga Soekarno menghembuskan nafas terakhirnya. Kedua matanya tidak pernah mampu lagi untuk membuka. Tubuhnya tergolek tak bergerak lagi. Kini untuk selamanya.
Situasi di sekitar ruangan sangat sepi. Udara sesaat terasa berhenti mengalir. Suara burung yang biasa berkicau tiada terdengar. Kehampaan sepersekian detik yang begitu mencekam. Sekaligus menyedihkan.
Dunia melepas salah seorang pembuat sejarah yang penuh kontroversi. Banyak orang menyayanginya, tapi banyak pula yang membencinya. Namun semua sepakat, Soekarno adalah seorang manusia yang tidak biasa. Yang belum tentu dilahirkan kembali dalam waktu satu abad. Manusia itu kini telah tiada...
Dokter Mardjono segera memanggil seluruh rekannya, sesama tim dokter kepresidenan. Tak lama kemudian mereka mengeluarkan pernyataan resmi: Soekarno telah meninggal.
Berita kematian Bung Karno dengan cara yang amat menyedihkan menyebar ke seantero Pertiwi. Banyak orang percaya bahwa Bung Karno sesungguhnya dibunuh secara perlahan oleh rezim penguasa yang baru ini. Bangsa ini benar-benar berkabung. Putera Sang Fajar telah pergi dengan status tahanan rumah. Padahal dia merupakan salah satu proklamator kemerdekaan bangsa ini dan menghabiskan 25 tahun usia hidupnya mendekam dalam penjara penjajah kolonial Belanda demi kemerdekaan negerinya.
Anwari Doel Arnowo, seorang saksi sejarah yang hadir dari dekat saat prosesi pemakaman Bung Karno di Blitar dalam salah satu milis menulis tentang kesaksiannya. Berikut adalah kesaksian dari Cak Doel Arnowo yang telah kami edit karena cukup panjang:
Pagi-pagi, 21 Juni 1970, saya sudah berada di sebuah lubang yang disiapkan untuk kuburan manusia. Sederhana sekali dan sesederhana semua makam di sekelilingnya. Sudah ada sekitar seratusan manusia hidup berada di situ dan semua hanya berada di situ, tanpa mengetahui apa saja tugas mereka sebenarnya. Yang jelas, semuanya bermuka murung. Ada yang matanya penuh airmata, tetapi bersinar dengan garang. Kelihatan roman muka yang marah. Ya, saya pun marah. Hanya saja saya bisa menahan diri agar tidak terlalu kentara terlihat oleh umum.
Kita semua di kota Malang mendengar tentang almarhum yang diberitakan telah meninggal dunia sejak pagi hari dan sudah menyiapkan diri untuk menunggu keputusan pemakamannya di mana. Sesuai amanat almarhum, seperti sudah menjadi pengetahuan masyarakat umum, Bung Karno meminta agar dimakamkan di sebuah tempat di pinggir kali di bawah sebuah pohon yang rindang di Jawa Barat (asumsi semua orang adalah di rumah Bung Karno di Batu Tulis di Bogor).
Tetapi lain wasiat dan amanah, lain pula rezim Soeharto yang secara sepihak memutuskan jasad Bung Karno dimakamkan di Blitar dengan dalih bahwa Blitar adalah kota kelahirannya. Ini benar-benar ceroboh. Bung Karno lahir di Surabaya di daerah Paras Besar, bukan di Blitar! Bung Karno terlahir dengan nama Koesno, dan ikut orang tuanya yang jabatan ayahnya, Raden Soekemi Sosrodihardjo, adalah seorang guru yang mengajar di sebuah Sekolah di Mojokerto dan kemudian dipindah ke Blitar. Di sinilah ayah Bung Karno, meninggal dunia dan dimakamkan juga di sisinya, isterinya (yang orang Bali ) bernama Ida Ayu Nyoman Rai.
Setelah matahari tinggal sepenggalan sebelum terbenam, rombongan jenazah Bung Karno akhirnya sampai di tempat tujuan. Yang hadir didorong-dorong oleh barisan tentara angkatan darat yang berbaris dengan memaksa kumpulan manusia agar upacara dapat dilaksanakan dengan layak.
Tampak Komandan Upacara jenderal Panggabean memulai upacara dan kebetulan saya berdiri berdesak-desakan di samping Bapak Kapolri Hoegeng Iman Santosa, yang sedang sibuk berbicara dengan suara ditahan agar rendah frekuensinya tidak mengganggu suara aba-aba yang sudah diteriak-teriakkan. Saya berbisik kepada beliau, ujung paling belakang rombongan ini berada di mana? Beliau menjawab singkat di kota Wlingi. Hah?! Sebelas kilometer panjangnya iring-iringan rombongan ini sejak dari lapangan terbang Abdulrachman Saleh di Singosari, Utara kota Malang.
Pak Hoegeng yang sederhana itu kelihatan murung dan sigap melakukan tugasnya. Dia berbisik kepada saya: "There goes a very great man!!" Saya terharu mendengarnya. Apalagi ambulans (mobil jenazah) yang mengangkut Bung Karno terlalu amat sederhana bagi seorang besar seperti beliau. Saya lihat amat banyak manusia mengalir seperti aliran sungai dari pecahan rombongan pengiring. Sempat saya tanyakan, ada yang mengaku dari Madiun, dari Banyuwangi bahkan dari Bali.
Saya menuju ke arah berlawanan dengan tujuan ke rumah Bung Karno, di mana kakak kandung beliau, Ibu Wardojo tinggal. Hari sudah gelap dan perut terasa lapar karena kita tidak berhasil mendapatkan makanan atau minuman, sebab kalau pun ada warung atau penjual makanan, pasti sudah kehabisan minuman atau makanan apa pun yang bisa ditelan. Saya ingat bahwa orang Muhammadiyah tidak memberi hidangan, minum sekalipun, kepada kaum pelayat. Bung Karno adalah orang Muhammadiyah. Kota Blitar tidak siap menampung orang sekian banyak. Setelah dilakukan pemakaman jenazah Bung Karno, beberapa waktu di kemudian hari semua makam Pahlawan di Taman Pahlawan Sentul ini dipindahkan ke Mendukgerit, yang telah saya kenal sebelumnya sebagai Bendogerit.
Pemindahan ini dilaksanakan dengan alasan di lokasi pemakaman sudah penuh, tetapi pada kenyataannya kemudian ada proyek pembangunan makam Bung Karno yang memakan area cukup lebar.
Kuburannya Pun Tidak Boleh Dijenguk
Sejarah mencatat, sejak 1971 sampai 1979, makam Bung Karno tidak boleh dikunjungi umum dan dijaga sepasukan tentara. Kalau mau mengunjungi makam harus minta izin terlebih dahulu ke Komando Distrik Militer (KODIM). Apa urusannya KODIM dengan izin mengunjungi makam?
Saya bersama ibu saya dan beberapa saudara datang secara mendadak pergi ke Blitar dengan tujuan utama ziarah ke Makam Bung Karno. Tanpa ragu kita ikuti aturan dan akhirnya sampai ke pimpinannya yang paling tinggi. Saya ikut sampai di meja pemberi izin dan sudah ditentukan oleh kita bersama, bahwa salah satu saudara saya saja yang berbicara. Saya sendiri meragukan emosi saya, bisakah saya bertindak tenang terhadap isolasi kepada sebuah makam oleh Pemerintah atau rezim? Nah, ternyata meskipun tidak terlalu ramah, mereka melayani dengan muka seperti dilipat. Mungkin dengan menunjukkan muka seperti itu merasa bertambah rasa gagahnya terhadap rakyat biasa macam kami. Akhirnya semua beres dan kami mendapat sepucuk surat. Apa yang terjadi?
Sesampainya di makam kami turun dari kendaraan kami dan saya bawa surat izin dari KODIM. Surat itu kami tunjukan ke tentara yang jaga makam. Waktu tentara itu baca surat, saya terdorong untukmenoleh ke belakang. Terkejut saya. Selain rombongan sendiri, Ibu saya dan saudara-saudara, telah mengikuti kami sebanyak lebih dari tiga puluh orang, bergerombol. Mereka, orang-orang yang tidak kami kenal sama sekali, melekat secara rapat dengan rombongan kami. Saya lupa persis bagaimana, akan tetapi saya ingat kami memasuki pagar luar dan kami bisa mendekat sampai ke dinding kaca tembus pandang dan hanya memandang makamnya dari jarak, yang mungkin hanya sekitar tiga meter.
Para pengikut dadakan yang berada di belakang rombongan kami dengan muka berseri-seri, merasa beruntung dapat ikut masuk ke dalam lingkungan pagar luar itu. Ada yang bersila, memejamkan mata dan mengatupkan kedua tangannya, posisi menyembah. Saya tidak memperhatikannya, tetapi jelas dia bukan berdoa cara Islam. Mereka khusyuk sekali dan waktu kami kembali menuju ke kendaraan kami, beberapa di antara mereka menjabat tangan dan malah ada yang menciumnya, membuat saya merasa risih.
Salah seorang dari mereka ini mengatakan bahwa dia sudah dua hari bermalam di sekitar situ di udara terbuka menunggu sebuah kesempatan seperti yang telah terjadi tadi. Tanpa kata-kata, saya merasakan getar hati rakyat, rakyat Marhaen kata Bung Karno! Mereka menganggap Bung Karno bukan sekedar Proklamator, tetapi seorang Pemimpin mereka dan seorang Bapak mereka. Apapun yang disebarluaskan dan berlawanan arti dengan kepercayaan mereka itu semuanya dianggap persetan. Dalam hubungan Bung Karno dengan Rakyat, tidak ada unsur uang berbicara.
Dibunuh Perlahan
Keyakinan orang banyak bahwa Bung Karno dibunuh secara perlahan mungkin bisa dilihat dari cara pengobatan proklamator RI ini yang segalanya diatur secara ketat dan represif oleh Presiden Soeharto. Bung Karno ketika sakit ditahan di Wisma Yasso (Yasso adalah nama saudara laki-laki Dewi Soekarno) di Jl. Gatot Subroto. Penahanan ini membuatnya amat menderita lahir dan bathin. Anak-anaknya pun tidak dapat bebas mengunjunginya.
Banyak resep tim dokternya, yang dipimpin dr. Mahar Mardjono, yang tidak dapat ditukar dengan obat. Ada tumpukan resep di sebuah sudut di tempat penahanan Bung Karno. Resep-resep untuk mengambil obat di situ tidak pernah ditukarkan dengan obat. Bung Karno memang dibiarkan sakit dan mungkin dengan begitu diharapkan oleh penguasa baru tersebut agar bisa mempercepat kematiannya.
Permintaan dari tim dokter Bung Karno untuk mendatangkan alat-alat kesehatan dari Cina pun dilarang oleh Presiden Soeharto. “Bahkan untuk sekadar menebus obat dan mengobati gigi yang sakit, harus seizin dia, ” demikian Rachmawati Soekarnoputeri pernah bercerita.
_________________
Our web: 1. http://www.gayindoforum.com 2. http://gayindoforum.tk 3. http://gayindoforum.co.cc 4. http://www.gayindo.forumotion.net 5. http://gayindo.forumotion.com
|
|
|
|
Terry Sie
Global Moderator


Jumlah posting: 6938
Umur: 18
Lokasi: Prime Minister Office / Highest Spiritual Leader Palace
Zodiac Sign: Capricorn
Chinese Zodiac: Kuda
Registration date: 11.10.08
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: KEGAIBAN SEPANJANG HIDUP BUNG KARNO SANG PUTRA FAJAR Tue Nov 03, 2009 8:12 am |
|
|
Lain Soekarno Lain Soeharto
CATATAN sejarah ternyata membuktikan bahwa mantan Presiden pertama RI Soekano memperoleh perawatan kesehatan yang amat berbeda dibanding mantan penguasa Orde Baru, Soeharto.
Mantan presiden kedua yang kini terbaring lemas di Rumat Sakit Pusat Pertamina (RSPP) itu, status hukumnya juga belum jelas. Sama seperti apa yang dialami Soekarno 36 tahun yang lalu. Bedanya, status hukum Soeharto sedikit ''lebih jelas'' dibanding Soekarno. Artinya, ia pernah diajukan ke Kejaksaan Agung dengan status sebagai tersangka. Namun, ditingkat pengadilan (menyandang status terdakwa) Soeharto sama sekali tak menyentuh karpet hijau hingga detik ini, dengan alasan kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk diadili.
Perbedaan lainnya, ketika Soeharto sakit, wartawan dengan leluasa boleh melaporkan hasil liputannya melalui medianya masing-masing. Bahkan, para wartawan banyak yang menginap di RSPP, menanti para pembesuk Soeharto dan melaporkan setiap perkembangan dari menit ke menit ke kantornya.
Bagaimana dengan Soekarno? Pria asal Blitar itu sama sekali tak tersentuh oleh pers. Bukannya pers tak tertarik untuk meliput kondisi kesehatan Bung Karno di Wisma Yaso. Namun penguasa Orde Baru, Soeharto sangat ketat mengawasi Soekarno dengan menggunakan militer sebagai alat untuk mengisolasi proklamator itu.
Awal tahun 1968, Bung Karno dipindahkan ke Istana Batutulis, Bogor. Sejak saat itu, praktis Bung Karno dikarantina dan tidak bisa ditemui wartawan. Namun atas permintaan keluarganya, karena udara di sana terlalu dingin, maka Bung Karno dipindahkan ke Wisma Yaso) kini Museum Mandala Bhakti, di Jalan Gatot Subroto, Jakarta).
Kesehatan Bung Karno anjlok ketika pingsan dan mengalami Transient Ischaemic Attack (TIA) yaitu stroke ringan akibat penyempitan sesaat (spasme) pada pembuluh darah otak tanggal 4 Agustus 1965. Sakitnya ini diyakini karena terjadinya Gerakan 30 September. Sebelumnya, Bung Karno pernah mengalami gangguan ginjal yang mestinya ginjal kiri diangkat atas saran Prof Dr K Fellinger di Wina, Austria (periode 1961 - 1964). Namun Bung Karno menolak karena banyak tugas negara yang masih harus diselesaikannya. Sementara Pak Harto, mulai menurun kesehatannya dua tahun sejak lengser, Februari 2001, dan masuk RSPP. Saat itu Soeharto menjalani operasi usus buntu. Pada tahun 1999, Soeharto dirawat karena menderita stroke ringan.
Pada tahun 1969 ketika sakit keras dalam pengasingannya di Wisma Yaso, terungkap bahwa Bung Karno memperoleh pelayanan yang jauh dari kebutuhan yang seharusnya diterima oleh pasien gangguan ginjal. Hal ini yang diungkapkan Prof Mahar Mardjono kepada Dr Kartono Mohammad. Obat-obatan yang diberikan pada Founding Father ini, sesuai catatan perawat di Wisma Yaso adalah vitamin B12, vitamin B Kompleks, duvadillan, dan royal jelly. Duvadillan adalah obat untuk penyempitan pembuluh darah periferi. Kalau Bung Karno sakit kepala diberikan novalgin dan bila sulit tidur sesekali diberi valium. Saat tekanan darahnya relatif tinggi pada kisaran 170/100, tidak diberikan obat untuk menurunkannya. Bahkan yang kacau adalah tidak diberikannya obat untuk melancarkan kencing ketika terjadi pembengkakan pada kedua pipi Bung Karno, sebagai gejala seorang penderita gangguan ginjal. Jadi intinya Bung Karno ditelantarkan. Padahal saat Bung Karno sakit sebenarnya obat-obat yang baik serta mesin pencuci darah sudah ada dan semua fasilitas itu tidak diberikan.
Sementara perlakuan pada pak Harto di RSPP, tim dokter memprioritaskan pada dua organ tubuh Soeharto, jantung dan ginjal, dengan menggunakan Tissue Doppler Imaging (TDI) untuk mengetahui fungsi kerja bilik kiri dan kanan jantung serta memantau fungsi ginjal dengan tetap memasang alat bantu hemodialisa dan alat bantu kesehatan yang paling canggih sekali pun.
Kesaksian
Asvi Warman Adam memberikan kesaksian ketika bersama Dr Kartono Mohammad mengunjungi Rachmawati Soekarnoputri. Keterangan yang diperoleh dari Rachmawati bahwa Bung Karno dirawat oleh seorang dokter dari Dinas Kesehatan Angkatan Darat berpangkat Kapten (kemudian menj adi Mayor) bernama Suroyo, yang biasa merawat hewan-hewan yang ada di Istana Merdeka. Salah satu perawat juga ternyata bukan perawat, tetapi kowad. Sekarang, entah apa yang dirasakan Guruh Soekarnoputra yang menjenguk Soeharto pada 12 Januari 2008 di kamar 356 RSPP. Tapi satu hal yang patut kita hargai dan puji, Guruh dan pihak keluarga besar Soekarno tidak mendendam atas perlakuan buruk yang diberikan pada ayahandanya, Bung Karno. Kini Soeharto dapat dikatakan memperoleh perawatan kesehatan kelas super, sementara Bung Karno kelas bawah.
_________________
Our web: 1. http://www.gayindoforum.com 2. http://gayindoforum.tk 3. http://gayindoforum.co.cc 4. http://www.gayindo.forumotion.net 5. http://gayindo.forumotion.com
|
|
|
|
Terry Sie
Global Moderator


Jumlah posting: 6938
Umur: 18
Lokasi: Prime Minister Office / Highest Spiritual Leader Palace
Zodiac Sign: Capricorn
Chinese Zodiac: Kuda
Registration date: 11.10.08
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
|
|
|
RICH BOY
Mega Star


Jumlah posting: 534
Lokasi: in hode the heart
Registration date: 21.08.09
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: KEGAIBAN SEPANJANG HIDUP BUNG KARNO SANG PUTRA FAJAR Tue Nov 03, 2009 12:50 pm |
|
|
Dan ini pengakuan dari anak nya BUNG KARNO yang merawat pusaka nya beserta benda saktinya.
ROKLAMATOR RI ini kabarnya memiliki ratusan pusaka. Padahal, putra sang fajar tersebut, dikenal sebagai sosok pria yang rasional dan bervisi jauh ke depan. Kendati demikian, sejarah kehidupannya, ternyata tidak lepas dengan hal-hal yang bersifat spiritual budaya, seperti keris, tombak, dan pusaka lain.
Sadar koleksinya bisa raib, atau lantaran rasa sukanya pada pusaka yang teramat tinggi, beberapa benda pusaka lalu diboyong ke istana.
Selanjutnya, dibuatkan tempat khusus dan dikelola oleh sebuah yayasan. Adapun yang kedapuk mengurus benda-benda pusaka itu adalah Guruh Soekarnoputra, sebagai Ketua Yayasan Bung Karno yang berdiri sejak 1978. Bagi alumni Fakultas Arkeologi Universiteit van Amsterdam, Belanda ini, merawat pusaka ayahandanya jadi amat mengasyikkan.
Pimpinan Sanggar Tari Swara Mahardika ini pada suatu kesempatan pernah berujar bahwa benda-benda pusaka itu didapat dari leluhur, istana, dan keluarga. Istana yarig dimaksud adalah Istana Merdeka, Istana Bogor, Batutulis, dan lain-lain.
Bentuk pusaka-pusaka itu beragam. Ada keris, tombak, tongkat komando, dan sebagainya. Pusaka Bung Karno kebanyakan berasal dari jalur ayah, kakek moyang yang kebetulan berdarah Majapahit.
Sementara dari nenek atau ibu berasal dari keturunan Raja Buleleng. Dengan begitu ada juga yang berasal dari Singosari. Pusaka itu dikumpulkan sejak Bung Karno masih muda hingga jadi presiden dan sesudahnya. Jumlahnya masih terus diinventarisasi.
Sebab, pusaka itu ada beberapa yang masih di istana dan di keluarga, belum pernah dipanierkan pula. Belum termasuk cindera niata dari negara-negara lain, seperti batu giok dari Cina, pedagang Samurai dari Jepang, dan lainnya. Hingga sekarang, baru sepersepuluh benda peninggalan Bung Karno yang pernah dipamerkan. Keluarga Bung Karno merasa tidak heran bila ada beberapa pihak mengaku memiliki 'tongkat komando' Bung Karno. Sebab, segala sesuatu yang berhubungan dengan Bung Karno, selalu menjadi fenomena menarik. Tidak hanya di dalani negeri, tapi juga di luar negeri. "Kalau : ada yang mengklaim punya,: pusaka Bung Karno asli, itu urusan mereka. Apa pun klaim di luaran, itu terserah mereka," papar Guruh pada sebuah media ibu kota.
Di Keluarga dan Istana Bung Karno memang punya berbagai model tongkat komando. Tetapi yang paling sering dibawanya pada acara-acara kenegaraan, hanya satu atau dua. Adapun yang paling sering dibawa itu, tak lain sebilah tongkat dan juga keris yang ada di ruang hening.
Lantaran seringnya membawa tongkat saat bepergian, pada akhirnya memunculkan polemik di masyarakat. Tak sedikit warga masyarakat mengaku, memiliki pusaka Bung Karno. Mensikapi polemik tersebut, pihak keluarga tak ingin terpancing. Karena itu, jika ada orang yang mengaku memiliki tongkat atau keris Bung Karno, terlebih dulu harus dibuktikan keasliannya. Ditegaskannya bahwa pusaka Bung Karno semua ada di keluarga dan di istana. Kalau ada keluarga tertentu merasa mempunyai pusaka, ada proses lanjut apakah bisa dibuktikan kebenarannya atau tidak.
Sejarah mencatat.pada dekade 1942 Bung Karno pernah berada di Babo, Papua. Wilayah ini punya arti dan nilai historis tinggi berkaitan erat dengan 'Keris Pusaka' yang diperoleh Bung Karno dari Gunung Nabi melalui Kaliopes Cosmos Werbete. Dia salah seorang pelaku sejarah setempat. Kepada wartawan dirinya pernah berkisah bahwa Bung Karno berada di Babo ketika Perang Duma (PD) II niasih berkecamuk. Tokoh yang kemudian menjadi salah satu Proklamator RI itu, jelasnya menjadi incaran tentara Jepang untuk dibunuh.
Guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, Bung Karno dilarikan dari Babo ke Kampung Refideso oleh Cosmos Werbete, kemudian menuju Gunung Nabi."Di Gunung keramat itulah Bung Karno diberi keris wasiat,"ungkap Keliopes kepada wartawan ibu kota. Setelah membawa keris tersebut, Bung Karno berhasil meloloskan diri dari percobaan pembunuhan.
Tapi pada ujungnya, bersama Cosmos Werbete pemilik keris tersebut, Bung Karno diasingkan Belanda.
Digembleng Tokoh Kuno Jiwa Jawi Bung Karno merupakan cerminan semangat hidup yang mengedepankan keutamaan. Menghargai hidup dan kehidupan. Baginya, hidup adalah memberikan bukti kebaikan dan karena itu semasa remaja dirinya gemar laku prihatin. Semua itu dilakukan untuk membentuk jiwa jawinya supaya sekokoh baja.
Konon, kegemaran laku ini berawal dari beberapa guru spiritualnya dari Jogjakarta yang tak diketahui siapa, sejatinya nama dari sang guru spiritual tersebut. Sebab, dalam dunia spiritual ada pantangan untuk tidak menyebut nama. Ada kisah nyalawadi sebelum Kusno lahir. Kala itu, Keraton Jogjakarta kehilangan sebilah pusaka sakti. Tiba-tiba entah dari niana asalnya, di lingkungan keraton muncul isu bahwa pusaka yang hilang tersebut bersemayam di rahim ibunda Bung Karno. Lalu lewat peristiwa gaib setelah Kusno lahir, langsung diangkat jadi murid tokoh trah Keraton Jogjakarta.
|
|
|
|
RICH BOY
Mega Star


Jumlah posting: 534
Lokasi: in hode the heart
Registration date: 21.08.09
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: KEGAIBAN SEPANJANG HIDUP BUNG KARNO SANG PUTRA FAJAR Tue Nov 03, 2009 12:51 pm |
|
|
ha ha iya deh ko TERRY SIE ,tiap orang memiliki tanggapan yg berdbeda ha ha,itu mah terserah pembac saja dalam menyingkapi
|
|
|
|
dodi90
Moderator Bloggie


Jumlah posting: 3718
Umur: 19
Lokasi: S U R A B A Y A
Zodiac Sign: Leo
Chinese Zodiac: Kuda
Registration date: 11.01.09
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: KEGAIBAN SEPANJANG HIDUP BUNG KARNO SANG PUTRA FAJAR Tue Nov 03, 2009 3:09 pm |
|
|
kalo soal mistis ya kembali deh ke orang maw percaya apa enggak aku sendiri sih kurang suka yang mistis ^^
_________________
Some say love it is a river that drown to tender reeds Some say love it is a razor that leaves your soul to bleed Some say love it is a hunger an endlees aching need I say love it is a flower and you it's only seed
|
|
|
|
RICH BOY
Mega Star


Jumlah posting: 534
Lokasi: in hode the heart
Registration date: 21.08.09
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: KEGAIBAN SEPANJANG HIDUP BUNG KARNO SANG PUTRA FAJAR Tue Nov 03, 2009 4:25 pm |
|
|
|
|
|
|
Terry Sie
Global Moderator


Jumlah posting: 6938
Umur: 18
Lokasi: Prime Minister Office / Highest Spiritual Leader Palace
Zodiac Sign: Capricorn
Chinese Zodiac: Kuda
Registration date: 11.10.08
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: KEGAIBAN SEPANJANG HIDUP BUNG KARNO SANG PUTRA FAJAR Tue Nov 03, 2009 5:55 pm |
|
|
| RICH BOY wrote: | ha ha iya deh ko TERRY SIE ,tiap orang memiliki tanggapan yg berdbeda ha ha,itu mah terserah pembac saja dalam menyingkapi |
Lho, ini khan negara demokrasi tho, jadi Gw boleh mengungkapkan pendapat. WKWKKWKWKWK... Karena kalo udah hal mistis, Gw selalu teringat kata kata salah satu Menteri dari Malaysia. Dia mengeluarkan larangan import sinetron Indonenong yang berbau mistis, takhul dan kekerasan. Salah satu pernyataannya pas dia melarang kurang lebih mengatakan bahwa Malay terus maju dan menuju dunia modern, harus disajikan tayangan layak dan rasional, bukan irasional. Jadi terus terang Gw jadi terinspirasi. Karena kalo Gw baca mengenai kejadian mistis di seputar Soekarno, bagaimana mungkin jika punya kesaktian seperti itu tidak bisa menangkal Soeharto. Ntar jangan jangan ada yang akan bilang, Soeharto lebih sakti, dia punya keris dari Kesultanan Yogyakarta. Nah Lho...
Terry
_________________
Our web: 1. http://www.gayindoforum.com 2. http://gayindoforum.tk 3. http://gayindoforum.co.cc 4. http://www.gayindo.forumotion.net 5. http://gayindo.forumotion.com
|
|
|
|
RICH BOY
Mega Star


Jumlah posting: 534
Lokasi: in hode the heart
Registration date: 21.08.09
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: KEGAIBAN SEPANJANG HIDUP BUNG KARNO SANG PUTRA FAJAR Tue Nov 03, 2009 6:18 pm |
|
|
SOEHARTO itu pusaka saktinya sih ,istrinya yang mempunyai titisan putri zaman dulu yg konon, siapa yang menikahinya akan naik jabatan 100% itu cerita putri yg bisa mengangkat derajat suami konon sangat nyata cuman jarang di temui,
IYA deh koko terry
|
|
|
|
dodi90
Moderator Bloggie


Jumlah posting: 3718
Umur: 19
Lokasi: S U R A B A Y A
Zodiac Sign: Leo
Chinese Zodiac: Kuda
Registration date: 11.01.09
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: KEGAIBAN SEPANJANG HIDUP BUNG KARNO SANG PUTRA FAJAR Tue Nov 03, 2009 7:07 pm |
|
|
aduh kalo mistis mistisan mah ga menarik ya toh ^&^ bahkan dodi punya edisi khusus TEMPO soal soeharto yg habis-habisan mengulik mistisnya bagi dodi sih hal - hal ginian ada tapi ga penting untuk diurusi~ seperti soal gosip2 soal si A ataw si B~
_________________
Some say love it is a river that drown to tender reeds Some say love it is a razor that leaves your soul to bleed Some say love it is a hunger an endlees aching need I say love it is a flower and you it's only seed
|
|
|
|
BlueMoon
Mega Star

Jumlah posting: 592
Registration date: 14.11.08
|
Subyek: Re: KEGAIBAN SEPANJANG HIDUP BUNG KARNO SANG PUTRA FAJAR Wed Nov 04, 2009 2:08 am |
|
|
|
Hotel yg di Bali itu Bali Beach, di deket pantai Sanur. Masih ada koq hotel n kamarnya, tp gw gk tau kmr nya yg mana,,,
|
|
|
|
dodi90
Moderator Bloggie


Jumlah posting: 3718
Umur: 19
Lokasi: S U R A B A Y A
Zodiac Sign: Leo
Chinese Zodiac: Kuda
Registration date: 11.01.09
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: KEGAIBAN SEPANJANG HIDUP BUNG KARNO SANG PUTRA FAJAR Wed Nov 04, 2009 10:59 am |
|
|
grand bali beach itu ta? pernah nginep sana~
_________________
Some say love it is a river that drown to tender reeds Some say love it is a razor that leaves your soul to bleed Some say love it is a hunger an endlees aching need I say love it is a flower and you it's only seed
|
|
|
|
bboyz17
New Star

Jumlah posting: 31
Registration date: 08.09.09
|
Subyek: Re: KEGAIBAN SEPANJANG HIDUP BUNG KARNO SANG PUTRA FAJAR Sat Nov 14, 2009 12:14 am |
|
|
Hmm...Salut Ama Pak BK....
|
|
|
|
| |
KEGAIBAN SEPANJANG HIDUP BUNG KARNO SANG PUTRA FAJAR |
|
|
| Halaman 1 dari 2 |
Pilih halaman : 1, 2  |
|
| Permissions of this forum: |
Anda tidak dapat menjawab topik
|
|
|
|
|
|
|
|