|
|
|
|
| Pengirim |
Message |
Terry Sie
Global Moderator


Jumlah posting: 6938
Umur: 18
Lokasi: Prime Minister Office / Highest Spiritual Leader Palace
Zodiac Sign: Capricorn
Chinese Zodiac: Kuda
Registration date: 11.10.08
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Sumimasen Wed Apr 22, 2009 10:33 pm |
|
|
Sumimasen
Suatu hari seorang nenek berjalan terseok-seok di jalan trotoar yang sempit. Nenek itu menengok ke sebuah toko di sebelah kanan jalan sambil mendorong kereta belanjaan yang telah dipenuhi isi. Entah dia sadari atau tidak, tiba-tiba seorang pemuda sedang berusaha melewatinya. Tapi karena sempitnya trotoar, ditambah lagi dengan kereta dorongnya yang berada di tengah-tengah, membuat pemuda itu kesulitan untuk mendahului.
Aku yang melihat pemandangan itu jadi berpikir apa yang akan dilakukan pemuda itu. "Pemuda itu akan membunyikan bel sepedanya dan melewati nenek itu," tebakku. Kenyataan ternyata tidak seperti yang kubayangkan. Dengan pelan-pelan pemuda itu tetap berada di belakang si Nenek dan tidak membunyikan bel sepedanya. Sampai akhirnya si Nenek menyadari ada seseorang di belakangnya dan dia telah menghambat jalan orang lain. Dengan membungkukkan badannya berkali-kali sambil meminta maaf (kebiasaan yang sering kulihat pada orang Jepang), dia menepi dan memberi jalan untuk pemuda itu. Dan berlalulah pemuda itu dengan anggukan balasan tanpa kudengar suara omelannya.
Pernah pula saya dan beberapa teman berjalan di trotoar yang lebarnya mungkin hanya 2 meteran, tetapi kami berjalan berjejer sambil mengobrol. Seakan-akan itu jalan milik kami dan tidak ada orang lain yang akan menggunakannya. Atau karena kami tidak mempunyai pikiran untuk berjalan agak ke pinggir dan membaginya untuk orang lain, walaupun saat itu tak ada orang yang lewat.
Entahlah, mungkin saat itu di kepala kami tak ada pikiran seperti itu karena asyik mengobrol? Tiba-tiba ada orang berkata, "Sumimasen.sumimase n..." Seseorang meminta maaf (permisi) untuk dapat melanjutkan perjalanannya yang terhalang oleh kami. Atau kekhawatiran menabrak salah seorang anak-anak kami yang berkeliaran dengan bebasnya. Tetapi orang itu bukan yang terakhir, masih ada yang merasa tidak enak untuk meminta jalan kepada kami.
Padahal mereka mempunyai hak yang sama atas jalan trotoar itu. Sama halnya dengan kami."Ah... sumimasen, gomen nasai...," kataku meminta maaf sambil menarik tangan anakku untuk menepi dan memberi jalan kepada orang yang sempat turun dari sepedanya. Dia berlalu sambil menganggukkan kepalanya disertai senyuman di bibirnya. "Duh...kok dia nggak marah, ya?" batinku. Padahal biasanya orang marah-marah kalau jalannya terhalang, dan dari jauh sudah membunyikan bel sepedanya nyaring-nyaring. Kadangkala malah keluar kata-kata umpatan yang tidak sedap didengar.
*** Di sekitar tempat tinggalku ini jarang sekali kudengar suara klakson mobil ataupun bel sepeda berdering-dering. Kenapa ya? Apakah mereka sudah sampai pada tahap yang namanya manusia beradab? Atau karena begitu patuhnya pada peraturan? Atau tenggang rasa pada sesama sudah mengakar dalam kehidupan mereka? Atau mereka tidak sudi dianggap orang bodoh karena membunyikan klakson atau bel? Orang Jepang terkenal sangat patuh pada peraturan. Itukah jawabannya?
"Eh, kenapa ya orang-orang ngga ada yang bunyiin klakson?" tanyaku pada suami, yang kebetulan orang Jepang. "Ngapain bunyiin klakson? Kayak orang bodoh aja? Nanti juga kan dapat gilirannya kalau mau jalan?" suamiku malah balik bertanya. Memang kulihat lalu lintas di Jepang teratur, yang jalan lurus sudah ancang-ancang dari jauh memilih jalur lurus, begitu juga yang ingin belok mengambil jalur sisi jalan agar tak menghalangi mobil yang akan jalan lurus. Mobil yang akan belok kanan akan mendahulukan pengendara yang berlawanan arah, baik itu yang jalan lurus ataupun yang belok kiri.
*** Kemarin sewaktu aku dan teman-temanku ketinggalan bis, kami duduk di sembarang bangku yang berjejer di halte itu. Masih ada waktu 10 menit lagi untuk keberangkatan bis berikutnya. Kami ngobrol sana sini, hingga tak terasa sudah banyak orang yang mulai berdatangan. Mereka hanya melihat sekilas kepada kami dan tetap berdiri, padahal masih banyak bangku yang kosong. Karena yang duduk hanya aku dan anaknya temanku. Sedangkan temanku berjongkok menghadap anaknya dan satu temanku lagi berdiri di belakang kami.
"Heh...! Kok ada perasaan tak enak ya?" batinku ketika aku melihat seorang nenek berdiri tak jauh dari kami. Tentu saja nenek itu dan orang-orang yang ada di situ tak bisa maju karena biarpun di depan kami masih kosong, tetapi karena kami yang ada di sana lebih dulu, maka mereka akan berada di belakang kami.
Segera aku mengajak teman-temanku maju ke depan mendekati tempat naiknya bis. Barulah nenek itu dan yang lainnya ikut maju dan duduk di bangku yang tadi kami duduki. Aku menganggukkan kepala dan meminta maaf, "Sumimasen.. ." Nenek itu hanya tersenyum sambil mengangguk.
Tak ada kesan marah atau sinis. Anggukan kepala dan senyum, tanpa ada kata-kata umpatan atau omelan malah membuat kita malu sendiri dan sadar telah berlaku ceroboh. Nenek tersebut seolah berusaha memahami kami.
Dari beberapa contoh di atas, aku merasa ada sebuah kekaguman pada orang Jepang. Mereka yang terkenal dengan sifat individunya, ternyata masih bisa berusaha memahami perasaan orang lain. Dengan caranya, mereka akan tersenyum sambil menganggukkan kepala. Seolah memberi tanda bahwa tak ada hal yang perlu dirisaukan oleh si pihak lawan akan sikap salahnya. Sesuatu yang kadang masih sulit aku terapkan. Yaitu berusaha memahami perasaan orang lain.
Karena dari rasa saling memahami inilah akan timbul keinginan saling bekerjasama. Yang kemudian akan berlanjut menjadi mendahulukan kepentingan orang lain, tingkatan yang tertinggi dalam jalinan ukhuwah. Hingga terjalin rasa saling cinta kasih.
Entah cerita di atas berhubungan atau tidak, tapi dengan kejadian tersebut, kini aku mulai berusaha agar dapat memahami orang lain. Aku berharap dengan berusaha memahami orang lain, dapat meningkatkan diri ke arah insan yang bisa mendahulukan kepentingan orang lain.
from: email
Cheers,
Terry
_________________
Our web: 1. http://www.gayindoforum.com 2. http://gayindoforum.tk 3. http://gayindoforum.co.cc 4. http://www.gayindo.forumotion.net 5. http://gayindo.forumotion.com
|
|
|
|
k a z e
Global Moderator


Jumlah posting: 2161
Lokasi: Surabaya
Registration date: 12.10.08
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: Sumimasen Mon May 25, 2009 10:32 pm |
|
|
Gw jd inget ada cerita ini.. Gara2 peristiwa kemaren di mall. Saat di kasir buat bayar, banyak yg nyerobot antrian dan gag memperdulikan antrian yg sangat panjang demi dapet potongan tambahan 10% yg dibatasi selama 2 jam. Gw sendiri antre sampe 1 jam lebih, dan org2 yg tertib antre dibelakang gw mulai marah2 krn antrean ny gag maju2.. Dan setibanya giliran gw bayar, potongan ny udah gag berlaku lg krn udah telat 15 menit dr wkt terakhir.. gara2 diserobot tante2 dan oma2..
Beginilah budaya Indonesia.. Huahua
_________________

Only Human ~ K ~
In a place worn down by sadness, something called a miracle is waiting..
|
|
|
|
Kim Liong
Moderator Heboh, Gath & Jawa


Jumlah posting: 6586
Umur: 21
Lokasi: In my mansion that is full with red roses
Zodiac Sign: Taurus
Chinese Zodiac: Naga
Registration date: 10.01.09
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: Sumimasen Mon May 25, 2009 10:48 pm |
|
|
| Terry Sie wrote: | Sumimasen
Suatu hari seorang nenek berjalan terseok-seok di jalan trotoar yang sempit. Nenek itu menengok ke sebuah toko di sebelah kanan jalan sambil mendorong kereta belanjaan yang telah dipenuhi isi. Entah dia sadari atau tidak, tiba-tiba seorang pemuda sedang berusaha melewatinya. Tapi karena sempitnya trotoar, ditambah lagi dengan kereta dorongnya yang berada di tengah-tengah, membuat pemuda itu kesulitan untuk mendahului.
Aku yang melihat pemandangan itu jadi berpikir apa yang akan dilakukan pemuda itu. "Pemuda itu akan membunyikan bel sepedanya dan melewati nenek itu," tebakku. Kenyataan ternyata tidak seperti yang kubayangkan. Dengan pelan-pelan pemuda itu tetap berada di belakang si Nenek dan tidak membunyikan bel sepedanya. Sampai akhirnya si Nenek menyadari ada seseorang di belakangnya dan dia telah menghambat jalan orang lain. Dengan membungkukkan badannya berkali-kali sambil meminta maaf (kebiasaan yang sering kulihat pada orang Jepang), dia menepi dan memberi jalan untuk pemuda itu. Dan berlalulah pemuda itu dengan anggukan balasan tanpa kudengar suara omelannya.
Pernah pula saya dan beberapa teman berjalan di trotoar yang lebarnya mungkin hanya 2 meteran, tetapi kami berjalan berjejer sambil mengobrol. Seakan-akan itu jalan milik kami dan tidak ada orang lain yang akan menggunakannya. Atau karena kami tidak mempunyai pikiran untuk berjalan agak ke pinggir dan membaginya untuk orang lain, walaupun saat itu tak ada orang yang lewat.
Entahlah, mungkin saat itu di kepala kami tak ada pikiran seperti itu karena asyik mengobrol? Tiba-tiba ada orang berkata, "Sumimasen.sumimase n..." Seseorang meminta maaf (permisi) untuk dapat melanjutkan perjalanannya yang terhalang oleh kami. Atau kekhawatiran menabrak salah seorang anak-anak kami yang berkeliaran dengan bebasnya. Tetapi orang itu bukan yang terakhir, masih ada yang merasa tidak enak untuk meminta jalan kepada kami.
Padahal mereka mempunyai hak yang sama atas jalan trotoar itu. Sama halnya dengan kami."Ah... sumimasen, gomen nasai...," kataku meminta maaf sambil menarik tangan anakku untuk menepi dan memberi jalan kepada orang yang sempat turun dari sepedanya. Dia berlalu sambil menganggukkan kepalanya disertai senyuman di bibirnya. "Duh...kok dia nggak marah, ya?" batinku. Padahal biasanya orang marah-marah kalau jalannya terhalang, dan dari jauh sudah membunyikan bel sepedanya nyaring-nyaring. Kadangkala malah keluar kata-kata umpatan yang tidak sedap didengar.
*** Di sekitar tempat tinggalku ini jarang sekali kudengar suara klakson mobil ataupun bel sepeda berdering-dering. Kenapa ya? Apakah mereka sudah sampai pada tahap yang namanya manusia beradab? Atau karena begitu patuhnya pada peraturan? Atau tenggang rasa pada sesama sudah mengakar dalam kehidupan mereka? Atau mereka tidak sudi dianggap orang bodoh karena membunyikan klakson atau bel? Orang Jepang terkenal sangat patuh pada peraturan. Itukah jawabannya?
"Eh, kenapa ya orang-orang ngga ada yang bunyiin klakson?" tanyaku pada suami, yang kebetulan orang Jepang. "Ngapain bunyiin klakson? Kayak orang bodoh aja? Nanti juga kan dapat gilirannya kalau mau jalan?" suamiku malah balik bertanya. Memang kulihat lalu lintas di Jepang teratur, yang jalan lurus sudah ancang-ancang dari jauh memilih jalur lurus, begitu juga yang ingin belok mengambil jalur sisi jalan agar tak menghalangi mobil yang akan jalan lurus. Mobil yang akan belok kanan akan mendahulukan pengendara yang berlawanan arah, baik itu yang jalan lurus ataupun yang belok kiri.
*** Kemarin sewaktu aku dan teman-temanku ketinggalan bis, kami duduk di sembarang bangku yang berjejer di halte itu. Masih ada waktu 10 menit lagi untuk keberangkatan bis berikutnya. Kami ngobrol sana sini, hingga tak terasa sudah banyak orang yang mulai berdatangan. Mereka hanya melihat sekilas kepada kami dan tetap berdiri, padahal masih banyak bangku yang kosong. Karena yang duduk hanya aku dan anaknya temanku. Sedangkan temanku berjongkok menghadap anaknya dan satu temanku lagi berdiri di belakang kami.
"Heh...! Kok ada perasaan tak enak ya?" batinku ketika aku melihat seorang nenek berdiri tak jauh dari kami. Tentu saja nenek itu dan orang-orang yang ada di situ tak bisa maju karena biarpun di depan kami masih kosong, tetapi karena kami yang ada di sana lebih dulu, maka mereka akan berada di belakang kami.
Segera aku mengajak teman-temanku maju ke depan mendekati tempat naiknya bis. Barulah nenek itu dan yang lainnya ikut maju dan duduk di bangku yang tadi kami duduki. Aku menganggukkan kepala dan meminta maaf, "Sumimasen.. ." Nenek itu hanya tersenyum sambil mengangguk.
Tak ada kesan marah atau sinis. Anggukan kepala dan senyum, tanpa ada kata-kata umpatan atau omelan malah membuat kita malu sendiri dan sadar telah berlaku ceroboh. Nenek tersebut seolah berusaha memahami kami.
Dari beberapa contoh di atas, aku merasa ada sebuah kekaguman pada orang Jepang. Mereka yang terkenal dengan sifat individunya, ternyata masih bisa berusaha memahami perasaan orang lain. Dengan caranya, mereka akan tersenyum sambil menganggukkan kepala. Seolah memberi tanda bahwa tak ada hal yang perlu dirisaukan oleh si pihak lawan akan sikap salahnya. Sesuatu yang kadang masih sulit aku terapkan. Yaitu berusaha memahami perasaan orang lain.
Karena dari rasa saling memahami inilah akan timbul keinginan saling bekerjasama. Yang kemudian akan berlanjut menjadi mendahulukan kepentingan orang lain, tingkatan yang tertinggi dalam jalinan ukhuwah. Hingga terjalin rasa saling cinta kasih.
Entah cerita di atas berhubungan atau tidak, tapi dengan kejadian tersebut, kini aku mulai berusaha agar dapat memahami orang lain. Aku berharap dengan berusaha memahami orang lain, dapat meningkatkan diri ke arah insan yang bisa mendahulukan kepentingan orang lain.
from: email
Cheers,
Terry |
woooooow....... menginspirasi buuuaaannngeeeetttt...... 
beda dengan budaya kitta yang maen serobottt....... >_
_________________ My mind sets no where and just think about you... I wanna talk a lot with you... But our talks are due... I miss you every moment... Wherever i maybe, my lips are trembling and calling your name... I cannot see you in front of me and i am going through this pain alone...
|
|
|
|
Terry Sie
Global Moderator


Jumlah posting: 6938
Umur: 18
Lokasi: Prime Minister Office / Highest Spiritual Leader Palace
Zodiac Sign: Capricorn
Chinese Zodiac: Kuda
Registration date: 11.10.08
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
|
|
|
Terry Sie
Global Moderator


Jumlah posting: 6938
Umur: 18
Lokasi: Prime Minister Office / Highest Spiritual Leader Palace
Zodiac Sign: Capricorn
Chinese Zodiac: Kuda
Registration date: 11.10.08
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: Sumimasen Fri May 29, 2009 11:27 am |
|
|
| k a z e wrote: | Gw jd inget ada cerita ini.. Gara2 peristiwa kemaren di mall. Saat di kasir buat bayar, banyak yg nyerobot antrian dan gag memperdulikan antrian yg sangat panjang demi dapet potongan tambahan 10% yg dibatasi selama 2 jam. Gw sendiri antre sampe 1 jam lebih, dan org2 yg tertib antre dibelakang gw mulai marah2 krn antrean ny gag maju2.. Dan setibanya giliran gw bayar, potongan ny udah gag berlaku lg krn udah telat 15 menit dr wkt terakhir.. gara2 diserobot tante2 dan oma2..
Beginilah budaya Indonesia.. Huahua |
Harusnya Kaze copy tulisan ini dan diberikan pada tante dan oma tersebut...
Terry
_________________
Our web: 1. http://www.gayindoforum.com 2. http://gayindoforum.tk 3. http://gayindoforum.co.cc 4. http://www.gayindo.forumotion.net 5. http://gayindo.forumotion.com
|
|
|
|
Sebastian Flyte
Super Star


Jumlah posting: 421
Lokasi: Surabaya
Registration date: 02.03.09
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: Sumimasen Fri May 29, 2009 12:01 pm |
|
|
soal budaya bukan menjelekkan negara sendiri, tapi memang keadaan sudah parah. karena banyak orang berpikiran seenaknya. mo antri dimanapun yg maen serobot seakan punya muka tanpa rasa bersalah. duh gw paling anti sama maen serobot. coba aja antrian motor di supermall, wah serasa pengen bunuh orang...dengan tampang para penyerobot, ga peduli orang tua, mbak2, mas2. duh muka yang ga punya kemaluan...
_________________ TAKING BACK SUNDAY
|
|
|
|
Terry Sie
Global Moderator


Jumlah posting: 6938
Umur: 18
Lokasi: Prime Minister Office / Highest Spiritual Leader Palace
Zodiac Sign: Capricorn
Chinese Zodiac: Kuda
Registration date: 11.10.08
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: Sumimasen Mon Jun 01, 2009 8:42 am |
|
|
| Sebastian Flyte wrote: | | soal budaya bukan menjelekkan negara sendiri, tapi memang keadaan sudah parah. karena banyak orang berpikiran seenaknya. mo antri dimanapun yg maen serobot seakan punya muka tanpa rasa bersalah. duh gw paling anti sama maen serobot. coba aja antrian motor di supermall, wah serasa pengen bunuh orang...dengan tampang para penyerobot, ga peduli orang tua, mbak2, mas2. duh muka yang ga punya kemaluan... |
Wkwwkwkkwk... Emang kadang gitu sich. Mungkin perubahan tersebut harus bertahap untuk menjadi masyarakat yang berbudaya tinggi kali ya???
Terry
_________________
Our web: 1. http://www.gayindoforum.com 2. http://gayindoforum.tk 3. http://gayindoforum.co.cc 4. http://www.gayindo.forumotion.net 5. http://gayindo.forumotion.com
|
|
|
|
y-holic
Moderator Kesehatan & Jabodetabek


Jumlah posting: 6525
Umur: 19
Lokasi: JaKseL
Zodiac Sign: Sagittarius
Chinese Zodiac: Ular
Registration date: 22.11.08
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: Sumimasen Sat Jun 06, 2009 8:35 pm |
|
|
huaaaaaa
saluuut buat orang2 jepaaaang!!! budaya nya emang bedaa bgt ama disini.... cobaa kita bisa kayak gitu jg....... ^^
(jd pengen ke jepang,,,loh??? :p,, hhehehehe)
_________________
|
|
|
|
Terry Sie
Global Moderator


Jumlah posting: 6938
Umur: 18
Lokasi: Prime Minister Office / Highest Spiritual Leader Palace
Zodiac Sign: Capricorn
Chinese Zodiac: Kuda
Registration date: 11.10.08
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
|
|
|
ferocious-me
Super Star


Jumlah posting: 318
Umur: 22
Lokasi: Jakarta - Yogyakarta - Indonesia
Zodiac Sign: Sagittarius
Chinese Zodiac: Macan
Registration date: 11.07.09
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: hmmm... Sat Jul 11, 2009 6:48 pm |
|
|
| Terry Sie wrote: | | y-holic wrote: | huaaaaaa
saluuut buat orang2 jepaaaang!!! budaya nya emang bedaa bgt ama disini.... cobaa kita bisa kayak gitu jg....... ^^
(jd pengen ke jepang,,,loh??? :p,, hhehehehe) |
Kita bisa kok, tapi ya itulah, dimulai dari diri sendiri...
Terry  |
pernah ada tulisan di sebuah milist yang ku ikuti (which is itu milist yg banyak orang Jepangnya), tentang bagaimana seringnya orang Indonesia menyebarkan kisah-kisah inspiratif semacam kisah di atas lewat email kepada teman-teman mereka.. tulisan itu dibuat oleh seorang anggota milist yg orang Jepang..
pada bagian-bagian akhirnya dia berkata, kenapa orang Indonesia sebagian besar hanya suka menyebarkannya saja? tidakkah mereka mau untuk mendalami lebih lanjut kisah-kisah tersebut bukan dengan hanya berkomentar "wah bagus ya.." atau "memang orang Jepang punya budaya yang maju, ga kayak disini.." atau "coba ya kita bisa kayak mereka", akan tetapi justru dengan mencoba memulai perubahan itu sendiri? mulailah perubahan dari diri sendiri apabila kita memang menginginkan perubahan itu benar-benar terjadi.. jangan justru hanya menunggu keadaan berubah terlebih dahulu dengan harus orang lain yang harus memulainya.. jika setiap orang hanya menunggu, maka perubahan menuju arah yang lebih baik itu tidak akan datang..
pada intinya omongan orang Jepang itu memang sangat menohok..
jadi, mari kita mulai dari diri sendiri..
jika ada antrian, antri lah dengan baik.. semoga orang lain yang melihat kita antri dengan benar pun nantinya akan menyadari perbuatan kita itu dan akan ikut mengantri dengan benar..
|
|
|
|
Terry Sie
Global Moderator


Jumlah posting: 6938
Umur: 18
Lokasi: Prime Minister Office / Highest Spiritual Leader Palace
Zodiac Sign: Capricorn
Chinese Zodiac: Kuda
Registration date: 11.10.08
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: Sumimasen Wed Jul 15, 2009 11:53 am |
|
|
| ferocious-me wrote: | | Terry Sie wrote: | | y-holic wrote: | huaaaaaa
saluuut buat orang2 jepaaaang!!! budaya nya emang bedaa bgt ama disini.... cobaa kita bisa kayak gitu jg....... ^^
(jd pengen ke jepang,,,loh??? :p,, hhehehehe) |
Kita bisa kok, tapi ya itulah, dimulai dari diri sendiri...
Terry  |
pernah ada tulisan di sebuah milist yang ku ikuti (which is itu milist yg banyak orang Jepangnya), tentang bagaimana seringnya orang Indonesia menyebarkan kisah-kisah inspiratif semacam kisah di atas lewat email kepada teman-teman mereka.. tulisan itu dibuat oleh seorang anggota milist yg orang Jepang..
pada bagian-bagian akhirnya dia berkata, kenapa orang Indonesia sebagian besar hanya suka menyebarkannya saja? tidakkah mereka mau untuk mendalami lebih lanjut kisah-kisah tersebut bukan dengan hanya berkomentar "wah bagus ya.." atau "memang orang Jepang punya budaya yang maju, ga kayak disini.." atau "coba ya kita bisa kayak mereka", akan tetapi justru dengan mencoba memulai perubahan itu sendiri? mulailah perubahan dari diri sendiri apabila kita memang menginginkan perubahan itu benar-benar terjadi.. jangan justru hanya menunggu keadaan berubah terlebih dahulu dengan harus orang lain yang harus memulainya.. jika setiap orang hanya menunggu, maka perubahan menuju arah yang lebih baik itu tidak akan datang..
pada intinya omongan orang Jepang itu memang sangat menohok..
jadi, mari kita mulai dari diri sendiri..
jika ada antrian, antri lah dengan baik.. semoga orang lain yang melihat kita antri dengan benar pun nantinya akan menyadari perbuatan kita itu dan akan ikut mengantri dengan benar..
 |
Yups... Gw setuju... Gw juga udah mulai kok, awalnya memang mungkin agak susah tapi lama kelamaan akan terbiasa...
Terry
_________________
Our web: 1. http://www.gayindoforum.com 2. http://gayindoforum.tk 3. http://gayindoforum.co.cc 4. http://www.gayindo.forumotion.net 5. http://gayindo.forumotion.com
|
|
|
|
ferocious-me
Super Star


Jumlah posting: 318
Umur: 22
Lokasi: Jakarta - Yogyakarta - Indonesia
Zodiac Sign: Sagittarius
Chinese Zodiac: Macan
Registration date: 11.07.09
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: Sumimasen Wed Jul 15, 2009 4:50 pm |
|
|
| Terry Sie wrote: | | ferocious-me wrote: | | Terry Sie wrote: | | y-holic wrote: | huaaaaaa
saluuut buat orang2 jepaaaang!!! budaya nya emang bedaa bgt ama disini.... cobaa kita bisa kayak gitu jg....... ^^
(jd pengen ke jepang,,,loh??? :p,, hhehehehe) |
Kita bisa kok, tapi ya itulah, dimulai dari diri sendiri...
Terry  |
pernah ada tulisan di sebuah milist yang ku ikuti (which is itu milist yg banyak orang Jepangnya), tentang bagaimana seringnya orang Indonesia menyebarkan kisah-kisah inspiratif semacam kisah di atas lewat email kepada teman-teman mereka.. tulisan itu dibuat oleh seorang anggota milist yg orang Jepang..
pada bagian-bagian akhirnya dia berkata, kenapa orang Indonesia sebagian besar hanya suka menyebarkannya saja? tidakkah mereka mau untuk mendalami lebih lanjut kisah-kisah tersebut bukan dengan hanya berkomentar "wah bagus ya.." atau "memang orang Jepang punya budaya yang maju, ga kayak disini.." atau "coba ya kita bisa kayak mereka", akan tetapi justru dengan mencoba memulai perubahan itu sendiri? mulailah perubahan dari diri sendiri apabila kita memang menginginkan perubahan itu benar-benar terjadi.. jangan justru hanya menunggu keadaan berubah terlebih dahulu dengan harus orang lain yang harus memulainya.. jika setiap orang hanya menunggu, maka perubahan menuju arah yang lebih baik itu tidak akan datang..
pada intinya omongan orang Jepang itu memang sangat menohok..
jadi, mari kita mulai dari diri sendiri..
jika ada antrian, antri lah dengan baik.. semoga orang lain yang melihat kita antri dengan benar pun nantinya akan menyadari perbuatan kita itu dan akan ikut mengantri dengan benar..
 |
Yups... Gw setuju... Gw juga udah mulai kok, awalnya memang mungkin agak susah tapi lama kelamaan akan terbiasa...
Terry  |
mari!
_________________

i am, remorseless..
|
|
|
|
y-holic
Moderator Kesehatan & Jabodetabek


Jumlah posting: 6525
Umur: 19
Lokasi: JaKseL
Zodiac Sign: Sagittarius
Chinese Zodiac: Ular
Registration date: 22.11.08
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: Sumimasen Mon Jul 20, 2009 1:30 pm |
|
|
| ferocious-me wrote: | | Terry Sie wrote: | | y-holic wrote: | huaaaaaa
saluuut buat orang2 jepaaaang!!! budaya nya emang bedaa bgt ama disini.... cobaa kita bisa kayak gitu jg....... ^^
(jd pengen ke jepang,,,loh??? :p,, hhehehehe) |
Kita bisa kok, tapi ya itulah, dimulai dari diri sendiri...
Terry  |
pernah ada tulisan di sebuah milist yang ku ikuti (which is itu milist yg banyak orang Jepangnya), tentang bagaimana seringnya orang Indonesia menyebarkan kisah-kisah inspiratif semacam kisah di atas lewat email kepada teman-teman mereka.. tulisan itu dibuat oleh seorang anggota milist yg orang Jepang..
pada bagian-bagian akhirnya dia berkata, kenapa orang Indonesia sebagian besar hanya suka menyebarkannya saja? tidakkah mereka mau untuk mendalami lebih lanjut kisah-kisah tersebut bukan dengan hanya berkomentar "wah bagus ya.." atau "memang orang Jepang punya budaya yang maju, ga kayak disini.." atau "coba ya kita bisa kayak mereka", akan tetapi justru dengan mencoba memulai perubahan itu sendiri? mulailah perubahan dari diri sendiri apabila kita memang menginginkan perubahan itu benar-benar terjadi.. jangan justru hanya menunggu keadaan berubah terlebih dahulu dengan harus orang lain yang harus memulainya.. jika setiap orang hanya menunggu, maka perubahan menuju arah yang lebih baik itu tidak akan datang..
pada intinya omongan orang Jepang itu memang sangat menohok..
jadi, mari kita mulai dari diri sendiri..
jika ada antrian, antri lah dengan baik.. semoga orang lain yang melihat kita antri dengan benar pun nantinya akan menyadari perbuatan kita itu dan akan ikut mengantri dengan benar..
 |
KEREEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEN k'!!!
suka yg ini!!!
^^v
iyaah,,, aku jg suka bete tuh kalo ada temen yg suka nyerobot antrian kalo lg d kampuz,,,antrian yg tdna 1 jalur,, tiba2 bercabang jd 2!!! udah ngantrinya lama jd gag maju2 deh tuh antriannya... huuft.... T.T
_________________
|
|
|
|
Terry Sie
Global Moderator


Jumlah posting: 6938
Umur: 18
Lokasi: Prime Minister Office / Highest Spiritual Leader Palace
Zodiac Sign: Capricorn
Chinese Zodiac: Kuda
Registration date: 11.10.08
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
|
|
|
leonardi
New Star


Jumlah posting: 68
Umur: 19
Lokasi: jakarta
Zodiac Sign: Aries
Chinese Zodiac: Kuda
Registration date: 23.10.09
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: Sumimasen Thu Oct 29, 2009 8:00 am |
|
|
|
jadi pingin ni ke Jepang .. ho.. ho..
|
|
|
|
silversaiya
Bright Star


Jumlah posting: 98
Umur: 18
Lokasi: wonderland
Zodiac Sign: Sagittarius
Chinese Zodiac: Kuda
Registration date: 09.07.09
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: Sumimasen Sat Oct 31, 2009 6:52 pm |
|
|
wow.... keren...kren...... ie nih jd pengen ke jepang.....
|
|
|
|
Terry Sie
Global Moderator


Jumlah posting: 6938
Umur: 18
Lokasi: Prime Minister Office / Highest Spiritual Leader Palace
Zodiac Sign: Capricorn
Chinese Zodiac: Kuda
Registration date: 11.10.08
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
|
|
|
Terry Sie
Global Moderator


Jumlah posting: 6938
Umur: 18
Lokasi: Prime Minister Office / Highest Spiritual Leader Palace
Zodiac Sign: Capricorn
Chinese Zodiac: Kuda
Registration date: 11.10.08
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
|
|
|
|
|
| Halaman 1 dari 2 |
Pilih halaman : 1, 2  |
|
| Permissions of this forum: |
Anda tidak dapat menjawab topik
|
|
|
|
|
|
|
|