photographer_gay
Counselor Rubrik Konsultasi

Jumlah posting: 341
Umur: 45
Lokasi: Surabaya Timur
Zodiac Sign: Aries
Chinese Zodiac: Naga
Registration date: 24.10.08
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: MENJADI JOMPO SEBELUM WAKTUNYA Sun Apr 26, 2009 1:09 pm |
|
|
Surabaya, 25 January 2009
Siapapun pasti tidak akan mau untuk menjadi jompo sebelum waktunya, sebab kesan utama bagi jompo adalah tidak berguna dan sangat mengganggu aktifitas hidup orang lainnya, karena orang jompo selalu membutuhkan pertolongan orang lain untuk bisa mempertahankan hidupnya.
Orang jompo harus dituntun waktu berjalan di tempat umum supaya tidak jatuh sehingga kesannya merepotkan orang lain, seorang jompo kurang bisa membersihkan diri sendiri sehingga kesannya bau dan jorok, seorang jompo mempunyai daya ingatan / pikir yang lemah sehingga kesannya tidak asyik untuk diajak ngobrol, dan masih banyak lagi keterbatasan lainnya sehingga banyak juga orang disekitarnya berharap agar jompo cepat mati dengan alasan "kasihan" daripada hidupnya menderita padahal sebenarnya dia tidak mau direpotkan.
Bagaimana jika kita berada dalam suatu keadaan menjadi jompo padahal secara phisik kita masih merasa kuat, Bagaimana perasaan kita jika karena sesuatu hal kita tiba tiba menjadi jompo di hadapan orang yang kita kasihi tapi mereka malah menghindari kita karena alasan malu?
Waktu itu aku ada sedang jalan jalan di Royal Plaza, Surabaya, bersama dengan my adopted son, tiba tiba aku merasa pengen kentut ,,,,oops sorry, dan berhubung sudah gak tahan lagi, akhirnya aku ledakkan aja di mall, sebab kupikir suasana di mall juga cukup ramai dan bising jadi kupikir ya pasti gak ada yang dengar, tapi yang jadi masalah itu setelah kentut, ampasnya juga ikut keluar, busyet... aku mulai panik karena menurut perkiraanku "ampas" yang aku keluarkan lumayan banyak juga, jadi aku mesti buru buru cari toilet, parahnya sewaktu aku ceritain masalah aku berak di celana sama my adopted son, dia malah melihat aku dengan kesan aneh dan malu.
Meskipun aku berusaha memaklumi sikap my adopted son, secara kalau kejadiannya itu terjadi ama bokap aku yang lagi hangout bareng aku, ya kemungkinan aku juga malu juga, tapi yang namanya ngenes itu aku rasakan juga saat itu, lha gimana gak, secara aku juga langsung mikir, gimana ya sikap orang orang di sekeliling aku kalau aku sudah benar benar jompo?
Sepertinya aku tidak berani membayangkan seperti apa hidup aku jika aku sudah jompo di kemudian hari, malahan aku sempat berdoa dalam hati ... ya Tuhan, kalau boleh aku minta mati aja sebelum aku menjadi jompo, karena sepertinya aku tidak kuat menerima kenyataan hidup seperti itu, tapi yang jelas sekarang sepertinya aku tidak akan pernah merasa risih / jijik lagi jika aku mesti harus merawat ortu aku jika mereka sudah jompo, sebab aku sudah pernah merasakan kegetiran MENJADI JOMPO SEBELUM WAKTUNYA.
Kejadian hari ini memberiku pelajaran bahwa menjadi jompo itu adalah bagian dari suatu kehidupan, meskipun aku tidak ingin mengalaminya tapi kejadian itu mau tidak mau, siap ataupun tidak, pasti akan terjadi juga, dan kalau sudah harus terjadi seperti itu, dengan dasar apakah aku mau berbangga hati menjadi seorang PLU, secara semua yang bisa aku banggakan saat ini akan lenyap juga.
_________________ Klik di sini untuk baca blognya Mami PG

Let's Share Our Life's Moment Together Facebook Address: mamipg@gmail.com
|
|