|
|
|
|
| Pengirim |
Message |
oscar_wilde
Mega Star

Jumlah posting: 506
Registration date: 15.01.09
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: David dan Yonatan Mon Oct 26, 2009 1:15 pm |
|
|
|
Lepas dari kelokan, David dan Yonatan tertegun. Sebuah dinding batu tegak dengan lubang-lubang yang didepannya berdiri patung-patung kayu. Sinar matahari yang baru muncul memberi kesan yang memesona pada patung-patung kayu itu. Ya, mereka tiba di depan kompleks pemakaman orang Toraja. Patung-patung kayu itu oleh orang Toraja disebut sebagai Tau-tau. Posisi telapak tangan mereka sebelah kiri menengadah dan telapak tangan kiri menghadap ke bawah. Yonatan telah membaca sedikit tentang kubur orang Toraja. Namun ia sama sekali tidak menduga kalau kompleks pemakaman itu seperti yang dilihatnya sekarang. Suasana di sekitar hening. Suara tawa dan percakapan yang tadi mereka dengar dari atas, juga terserap dalam sunyi. Terasa pengaruh magis dan sakral mengambang di udara. Selain mereka berdua, masih ada dua orang lain yang berdiri terpaku. Dua orang laki-laki. Mereka adalah pemuda-pemuda Jerman yang datang bersama dalam rombongan dari Makassar kemarin. Keduanya hampir bersamaan membalikkan badan. Mereka menyadari kehadiran David dan Yonatan. "Hello! Selamat pagi," kata pemuda yang berambut panjang dengan bahasa Indonesia a la orang kulit putih. "Selamat pagi," sahut Yonatan. "That's an amazing view, isn't that?" tanya pemuda tadi sambil menunjuk ke tebing. "Yea, I think so," sahut Yonatan. Kedua pemuda Jerman itu menghampiri Yonatan dan David. "I am Markus," kata pemuda berambut panjang. "My name Milan," sahut pemuda berambut cepak. "Oh, OK. I am Yonatan. And he is David," timpal Yonatan. "Nice to meet you!" kata Milan. Mereka bersalaman. Kemudian mereka sepakat untuk meninggalkan tempat tersebut dan terus menyusuri tepian sungai. "Can you speak Deutsch?" tanya Milan kepada Yonatan. "Just a litte," jawab Yonatan. "How about you?" tanya Milan, memandang ke arah David. "No. I can't," jawab David. Milan mengangkat kedua bahunya. "Well... what ever!" katanya kemudian sambil tersenyum. "Don't worry, guys! We can speak Bahasa," imbuh Markus. Yonatan dan David mengangguk. "Kalian satu rombongan dengan kami. Kemarin. Begitu bukan?" tanya Markus dengan pola kalimat yang aneh. David mengiyakan. "Kalian punya negeri, sangat beautiful. Kami suka," sambung Markus. David dan Yonatan tidak menanggapi. Mereka membiarkan Markus berbicara. "Tidak cuma itu. Orang-orangnya juga bagus... ehm... baik... rumah," kata Markus. "Rumah?" tanya David. "Suka senyum." "Oh... ramah." "Ya... itu dia! Ramah. Maaf." "Tak mengapa." Pemandangan di sekeliling semakin memikat. Mereka semakin jauh dari keramaian. "Kalian juga pasangan tampan!" puji Markus tiba-tiba memecah kesunyian. David dan Yonatan mengernyitkan dahi. Markus rupanya bisa menangkap bahasa tubuh David dan Yonatan. "Kalau tebakan saya tidak keliru... kalian sepasang kekasih, bukan?" tanyanya. "Dari mana anda tahu?" tanya David. Markus menghela nafas. "Mata kami terbiasa dengan orang seperti kalian. Di negeri kami, ada banyak." David dan Yonatan mengiyakan. Jerman, meskipun belum seperti Belanda, Denmark dan Swedia, kehidupan gay bukan hal yang dipandang aneh. Dalam hal lainnya, sama seperti di negara-negara semenanjung Baltik lainnya, di Jerman juga dikenal freikörperkultur alias nudis di tempat-tempat tertentu tanpa bermaksud untuk mengadakan relasi bersifat seksual. "Apakah kalian juga seperti kami?" bertanya David kepada Markus. "Tidak. Kami berdua bukan gay murni. Kami biseksual." "Oh... begitu rupanya," gumam David. "Teman kami, Klara, ikut rombongan tour. Sementara kami tidak. Kami lebih senang bebas. Free like a bird..." "Cool!" puji David. Markus cuma mengangkat kedua bahunya. "Why do you like to visit Toraja? I mean not to visit Bali or Yogyakarta?" tanya Yonatan, menyela percakapan. "Actually we've ever been in Bali. But that place is getting worse. Too crowded. Need a new place to visit." "Ah... I see." "Toraja tempat bagus. Meski kalah popular dari Bali. Selain itu kami ingin lihat tempat yang dulu pernah dikunjungi paman Milan." "Jadi paman Milan dulu pernah ke Toraja?" tanya Yonatan. "Ya. Pamannya seorang misionaris CICM. Tetapi sekarang sudah kembali ke rumah induk di Scheut, Belgia," jelas Markus. "CICM?" tanya David. Yonatan menjawab, "Itu semacam kongregasi imam Katolik, Vid. CICM akronim dari Congregatio Immaculati Cordis Mariae. Mereka memang berkarya di Sulawesi Selatan." "Kok kamu tahu?" "Aku kan sudah persiapan baca semuanya tentang Toraja dan Sulawesi Selatan. Termasuk tentang patung tau-tau tadi," kilah Yonatan. "OK!" Mereka telah berjalan kaki hampir dua jam. Kini mereka tiba di hulu sungai. Air yang mengalir lebih jernih karena berasal langsung dari sumber. Milan yang lebih sedikit bicara, mencari tempat untuk meletakkan pantat. Sebuah batang pohon yang tak begitu besar yang tumbang di tepi air menjadi tempat yang cocok. Ia meletakkan ransel di tanah. Yang lain mengikuti apa yang dilakukannya, kecuali Markus. "Segar sekali udara di sini!" seru Milan, seakan dengan demikian segala penat lenyap. Seperti tidak merasa lelah, Markus melepas sepatu dan kaus kakinya. Kemudian ia melangkah menuju ke sungai. Ia masuk ke dalam sungai jernih berbatu. Air sungai yang dingin dan segar setinggi lutut menyapu kedua kakinya yang mulus tanpa rambut. "WOW! It's awesome!" serunya seperti anak kecil menemukan mainannya yang lama hilang. Teriak girangnya disusul dengan tindakan yang membuat Yonatan dan David terkejut. Spontan Markus melepas semua pakaian yang melekat di badan, melemparkannya ke tepi sungai. Bak orang gila dia berlari-lari di dalam air, mencari tempat yang lebih dalam. Tubuhnya yang atletis dan tanpa rambut, kecuali rambut di kepalanya yang panjang terurai, memberi kesan dia seperti Achilles ataupun Dewa Apollo yang turun ke bumi. Apalagi kulitnya yang agak gelap karena bekas berjemur, menambah seksi penampilannya. "Tenang saja. Dia selalu begitu kalau bertemu dengan air," kata Milan seakan ingin meredakan keterkejutan David dan Yonatan. "Apakah you berdua tidak pernah melihat orang telanjang di tempat terbuka?" tambah Milan. "Mmmm... bukan begitu. Tentu kami pernah melihat. Tetapi bagaimanapun juga, apa yang dilakukannya mengejutkan," kata Yonatan. "Atau barangkali you berdua juga pernah seperti dia?" gelitik Milan. David dan Yonatan tertawa, wajah mereka bersemu merah, seperti anak kecil yang kepergok melakukan hal terlarang. "Ya, kami tentu pernah," kata Yonatan terus terang. Milan ganti tertawa. "Bagaimana kalau kalian lakukan hal gila itu sekarang?" tantang Milan.
[to be continued]
Terakhir diubah oleh oscar_wilde tanggal Wed Oct 28, 2009 9:24 pm, total 1 kali diubah
|
|
|
|
inner handsome
Super Star


Jumlah posting: 353
Lokasi: Jabodetabek
Registration date: 07.10.09
|
Subyek: Re: David dan Yonatan Mon Oct 26, 2009 9:10 pm |
|
|
Akhirnya lanjut jg, gw tau nih forum gara2 gw lg nyari tau soal David (Daud) dan Yonathan yg di Alkitab, eh keluar nih forum haha.
Tp ceritanya bagus gw br aja baca dr awal sampe skrg.
|
|
|
|
y-holic
Moderator Kesehatan & Jabodetabek


Jumlah posting: 6525
Umur: 19
Lokasi: JaKseL
Zodiac Sign: Sagittarius
Chinese Zodiac: Ular
Registration date: 22.11.08
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: David dan Yonatan Mon Oct 26, 2009 10:04 pm |
|
|
waaaaaaaa
kk oscar...lama tak d update......
>,<
kereeeen.....
_________________
|
|
|
|
oscar_wilde
Mega Star


Jumlah posting: 506
Umur: 21
Lokasi: Semarang, Jakarta
Zodiac Sign: Leo
Chinese Zodiac: Naga
Registration date: 15.01.09
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: David dan Yonatan Wed Oct 28, 2009 7:16 pm |
|
|
| inner handsome wrote: | Akhirnya lanjut jg, gw tau nih forum gara2 gw lg nyari tau soal David (Daud) dan Yonathan yg di Alkitab, eh keluar nih forum haha.
Tp ceritanya bagus gw br aja baca dr awal sampe skrg. |
Terima kasih atas kesediaannya membaca... meskipun harus menunggu lama... Salam kenal!
_________________
|
|
|
|
oscar_wilde
Mega Star


Jumlah posting: 506
Umur: 21
Lokasi: Semarang, Jakarta
Zodiac Sign: Leo
Chinese Zodiac: Naga
Registration date: 15.01.09
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: David dan Yonatan Wed Oct 28, 2009 7:43 pm |
|
|
Lanjutan kemarin kutambahin lagi... Trus... Nih oleh-oleh dari perjalanan di pedalaman... teman seperjalanan... cowok Mexico... Any comment?
_________________
|
|
|
|
theelementer
New Star

Jumlah posting: 36
Registration date: 30.01.09
|
Subyek: Re: David dan Yonatan Thu Oct 29, 2009 9:59 am |
|
|
wah... temen sebatas temen ... ato malah jadi kisah baru berjudul
"Oscar the Love Author and His Sweety Friend from Mexico"
|
|
|
|
oscar_wilde
Mega Star


Jumlah posting: 506
Umur: 21
Lokasi: Semarang, Jakarta
Zodiac Sign: Leo
Chinese Zodiac: Naga
Registration date: 15.01.09
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: David dan Yonatan Thu Oct 29, 2009 7:26 pm |
|
|
| theelementer wrote: | wah... temen sebatas temen ... ato malah jadi kisah baru berjudul
"Oscar the Love Author and His Sweety Friend from Mexico"
 |
hehehe... boleh juga usulnya... dipertimbangkan jadi judul cerita baru...
_________________
|
|
|
|
oscar_wilde
Mega Star


Jumlah posting: 506
Umur: 21
Lokasi: Semarang, Jakarta
Zodiac Sign: Leo
Chinese Zodiac: Naga
Registration date: 15.01.09
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: David dan Yonatan Tue Nov 03, 2009 9:36 pm |
|
|
|
Tiba-tiba terdengar bunyi lengkingan tinggi di antara tajuk-tajuk hutan. Tak berapa lama, seekor burung terbang melintas di atas sungai. Kepakan sayapnya terlihat anggun. Milan yang melihat kehadiran burung itu, sontak mengambil binokuler dari dalam ranselnya. Ia seakan lupa dengan permintaannya kepada David dan Yonatan barusan. Kemudian setengah berlari sambil merunduk, dia memburu ke arah terbang burung tadi. Markus dari tengah sungai hanya mengangkat kedua bahu dan merentangkan tangan, katanya, "His mad hobby! Don't worry!" Yonatan bertanya, "Is he a birdwatcher?" "He is," sahut Markus. "Cool!" Markus mencebikkan bibirnya. Katanya, "I don't care." "Ah, OK!" sahut Yonatan. Markus berjalan menepi. Ia mengibas-ngibaskan rambutnya yang basah. Butir-butir air seperti kristal menghiasi badannya yang bagus. "Biarkan saja dia asyik dengan hobinya. Bagi seorang birdwatcher seperti dia, tak ada yang lebih mengasyikkan kalau berjumpa jenis burung yang belum dikenal. Kudengar di Sulawesi ini banyak jenis endemik," kata Markus sambil menyisir rambut dengan jari-jemarinya. "Ah, ya...," gumam Yonatan. Markus mengangguk. Kemudian ia bertanya, "Apakah kalian merasa terganggu kalau aku telanjang sampai air mengering?" Yonatan dan David tidak dapat spontan menjawab. Mereka cuma saling pandang, lantas melihat tubuh Markus. "OK. Kalian tidak menjawab, berarti kalian tidak berkeberatan," kata Markus memutuskan. Kemudian ia duduk di batu, di tepi sungai... diikuti pandangan mata David dan Yonatan. Tanpa menoleh, Markus bertanya, "Kalau boleh tahu, sudah berapa lama kalian menjalin hubungan?" David dan Yonatan menuju ke tepi, mendekati Markus. "Sejak di sekolah menengah atas, kami menjadi pasangan kekasih," jawab Yonatan. "Berapa lama itu?" "Hampir lima tahun." "Great! Buat pasangan gay, hubungan kalian termasuk cukup lama. Bahkan untuk ukuran orang Barat seperti kami." David menghela nafas, katanya, "Semua tergantung pada komitmen masing-masing, kukira. Juga saling pengetian." Markus menoleh, katanya, "Mungkin itu benar. Tetapi dengan dunia yang dibanjiri dengan beragam informasi dan mudahnya komunikasi sekarang, orang cenderung untuk meninggalkan komitmen. Begitu mudah kita mendapatkan orang yang dapat memalingkan perhatian dari kekasih kita." "Maksudmu?" tanya David. "Seabad dua abad yang lalu -- katakanlah begitu, mobilitas kita tidak seperti sekarang.Sehingga frekuensi perjumpaan dengan orang juga tidak sesering sekarang. Jarang -- sebagai gay, dapat berjumpa dengan pria-pria tampan seperti sekarang. Apalagi dulu untuk bisa menyatakan diri sebagai gay, relatif tidak semudah sekarang," terang Markus. "Jadi dengan kata lain, sekarang ini tidak mudah membangun sebuah komitmen?" tanya David. "Tidak persis seperti itu. Yang ingin kukatakan, godaan untuk bisa menjaga komitmen semakin banyak. Kurasa dalam hubungan kalian pun tidak luput dari godaan semacam itu," jawab Markus. Yonatan menyela pembicaraan, "Ya. Benar katamu itu, Markus. Dan seringnya orang lain itu memburu David daripada aku. Hahaha... barangkali aku tidak menarik untuk dijadikan kekasih gelap." David langsung dapat menangkap arah pembicaraan Yonatan itu: Andika. "Sudahlah. Toh, bisa tidaknya menjaga komitmen semuanya terpulang kepada masing-masing pribadi," timpal David. Ia tidak ingin Yonatan membicarakan soal Andika di depan Markus. Pada saat itu Milan datang. Ia menyeka keringat yang membasahi keningnya. Katanya, "Accipiter trinonatus! Aku yakin itu!" Ketiga laki-laki yang di hadapannya cuma memandanginya. "Jenis burung endemik Sulawesi. Elang-alap ekor-tutul! Luar biasa! Aku dapat menjumpainya langsung." "Sudahlah, Milan. Kami tak paham dengan apa yang kau bicarakan," tukas Markus yang sekarang tengah mengenakan pakaian. Kemudian mereka melanjutkan perjalanan. Kali ini sebuah gunung kecil ada di hadapan mereka. Sepakat mereka akan mendaki hingga ke puncak. Akan tetapi ketika sampai di pertengahan lereng, angin yang berembus menjadi sangat dingin. Kabut terlihat merayap dari lembah, naik menuju puncak bukit. Makin lama semakin tebal sehingga jarak pandang tak lebih dari lima meter.
[to be continued]
_________________
|
|
|
|
oscar_wilde
Mega Star


Jumlah posting: 506
Umur: 21
Lokasi: Semarang, Jakarta
Zodiac Sign: Leo
Chinese Zodiac: Naga
Registration date: 15.01.09
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: David dan Yonatan Thu Nov 05, 2009 8:24 pm |
|
|
|
Kabut memang biasa muncul tiba-tiba di dataran tinggi Toraja. Terlebih pada masa peralihan dari kemarau menuju musim penghujan. Menghadapi situasi demikian, mereka berempat merapatkan jarak. "Bagaimana ini? Apakah kita akan lanjutkan sampai ke puncak?" tanya Milan. "Tadi cuaca cerah, sehingga burung pemangsa seperti tadi berani keluar. Tetapi sekarang malah berkabut." "Asal kita tetap bersama, kukira kita akan bisa mengatasinya," sahut Markus. "Aku tidak membawa jaket penghangat badan," gumam Yonatan kepada David. "Ya. Siapa mengira cuaca akan berubah seperti ini," kata David. "Bagaimana kalau kita cari tempat untuk istirahat? Sambil menunggu kabut berlalu," usul Yonatan. "Kau capek?" tanya David. "Sedikit." Milan dan Markus yang berjalan di depan, menghentikan langkah. "Kenapa berhenti?" tanya David. "Tidak bisa terus. Di depan ada jurang. Kalau mau terus, harus turun ke jurang. Tetapi dengan kabut setebal ini... tidak aman turun ke jurang," jawab Milan. "Jadi?" tanya David. "Kita kembali ke jalur tadi." "Baiklah kalau itu pilihan terbaik," kata David. Mereka berputar seratus delapan puluh derajat. Balik kanan. Menuruni lereng. Dengan langkah yang lebih berhati-hati karena menuruni lereng lebih susah daripada mendakinya. Beberapa jalur yang licin membuat mereka harus menaruh perhatian ekstra. Lutut mereka sesekali gemetar menahan berat badan, mencoba melawan tarikan gravitasi. Jarak pandang mereka semakin terbatas, kurang dari lima meter. Tambahan lagi angin yang bertiup semakin dingin. "Bagaimana, Nat? Kau jadi mau beristirahat?" tanya David. "Iya. Tapi cari tempat yang agak luas dan datar dulu," sahut Yonatan. Milan bertanya, "Kenapa dengan partnermu?" "Dia agak kelelahan. Apalagi berada di tempat terbuka dengan suhu udara dingin seperti ini," jawab David. "OK! Kalau tidak salah, tadi ketika kita naik, ada tanah sedikit lapang," kata Milan. Apa yang dikatakan Milan benar adanya. Rupanya ia tak sekadar mendaki, melainkan juga sangat memperhatikan situasi sekitar jalur pendakian. Mereka berempat lantas beristirahat di tempat tersebut. Ada sebuah pohon besar yang tajuknya bisa menaungi mereka. Yonatan menyandarkan punggungnya di dada David. Mereka duduk di tanah berumput. David memeluk Yonatan dari belakang, seakan ingin melindungi kekasihnya dari hawa dingin. Embusan hangat nafasnya menyapu tengkuk Yonatan. Sementara Milan dan Markus menyandarkan punggung masing-masing pada batang pohon. Mata mereka tertuju pada David dan Yonatan. Walau demikian tak ada ekspresi wajah tertentu yang mereka tunjukkan. "Vid, lebih erat," pinta Yonatan setengah berbisik. David mempererat pelukan. Tak hanya itu, kini ia menempelkan lehernya leher Yonatan. Kepala Yonatan terkulai di lutut David. Sementara David mengendusi leher Yonatan. Milan melirik Markus. Markus tanggap. Ia menggerak-gerakkan alisnya sambil tersenyum. "Benar-benar pasangan yang membuatku iri," kata Markus.
[to be continued]
_________________
|
|
|
|
diazdiaz
Bright Star


Jumlah posting: 107
Umur: 21
Lokasi: Bogor
Zodiac Sign: Scorpio
Chinese Zodiac: Naga
Registration date: 15.08.09
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: David dan Yonatan Sun Nov 08, 2009 4:01 pm |
|
|
|
lanjut kan lanjutkan. tdk sbr menunggu crt na...
|
|
|
|
y-holic
Moderator Kesehatan & Jabodetabek


Jumlah posting: 6525
Umur: 19
Lokasi: JaKseL
Zodiac Sign: Sagittarius
Chinese Zodiac: Ular
Registration date: 22.11.08
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: David dan Yonatan Sun Nov 08, 2009 5:55 pm |
|
|
yuuph
d tunggu lanjutannya yaah kk oscar,..
xD
_________________
|
|
|
|
oscar_wilde
Mega Star


Jumlah posting: 506
Umur: 21
Lokasi: Semarang, Jakarta
Zodiac Sign: Leo
Chinese Zodiac: Naga
Registration date: 15.01.09
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
|
|
|
oscar_wilde
Mega Star


Jumlah posting: 506
Umur: 21
Lokasi: Semarang, Jakarta
Zodiac Sign: Leo
Chinese Zodiac: Naga
Registration date: 15.01.09
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: David dan Yonatan Wed Nov 11, 2009 10:24 pm |
|
|
|
Pelukan David semakin erat, seiring bertambah tebalnya kabut. "Aku lapar, Vid. Jam berapa sekarang?" tanya Yonatan. David melirik ke arloji yang melingkari pergelangan tangan kirinya. Namun kaca arloji buram karena titik-titik air. Ia menyekanya. Katanya kemudian, "Memang sudah saatnya makan siang, Nat." "Kita makan sekarang?" tanya Yonatan. "Iya. Kukira lebih baik. Udara dingin membuat kita cepat kehilangan panas tubuh. Harus segera diganti." David melepaskan pelukannya. Ia mundur dan membuka ransel. Bekal makan siang yang mereka siapkan sebelum berangkat, dibongkar. "Ajak mereka makan juga, Vid," pinta Yonatan. "Siapa tahu mereka tidak membawa bekal." "Hai! Kalian! Mau bergabung dengan kami?!" tanya David setengah berseru kepada Markus dan Milan. Kedua laki-laki Jerman itu yang semula tampak asyik memandangi kabut, menoleh. Mereka melihat David menawarkan kotak makan kepada mereka. "Ayolah! Kami bawa bekal lebih dari cukup!" tawar David lagi. Markus dan Milan akhirnya mengangkat pantat mereka. Berjalan perlahan menuju ke tempat David dan Yonatan. "Makanan Indonesia atau roti?" tanya David menawari. Milan melihat menu makan siang yang ditawarkan David. "Ini apa namanya?" Milan menunjuk makanan Indonesia. "Orak-arik wortel," jawab David. "Enak?" "Cobalah!" Milan mengambil sesendok. Memasukkannya ke dalam mulut. Mengunyah. Mengecapinya. "Bagaimana?" tanya David. "Mmmm... seperti masakan Belanda... Tapi enak!" "Memang katanya dulu makanan Belanda. Cuma karena sudah lama dikenal, jadilah makanan Indonesia." "Markus, kau harus coba juga!" kata Milan. Yonatan berkata setengah berpromosi, "Kalian harus mencoba masakan David lainnya. Dia jago masak! Dia selalu membuatkan makanan untukku setiap hari." Mereka berempat kemudian menikmati makan siang di tengah kabut. Setelah Milan menghabiskan sekotak makan siang, ia membuka ranselnya. "Kami sebenarnya juga membawa makanan. Tetapi tidak banyak. Mau?" tanyanya. "Bolehkah?" tanya Yonatan. Milan mengangguk, "Kalian sudah mengijinkan kami menikmati masakan Indonesia. Jadi, kupikir baik kalau kubagi makanan kami juga." Markus menyela pembicaraan, "Bukan masakan Jerman, sayangnya. Masakan Italia." Dua kotak roti, keju, mayonaise, saus, irisan buah segar, dan bahan salad tersaji lengkap. Di kotak yang lain terdapat fusili dan fetuccini yang telah dibumbui. Aroma yang tercium khas Italia. Lebih-lebih dalam suhu dingin seperti ini. Maka sekali lagi mereka berbagi makanan di tengah udara dingin. "Aku Jerman, tetapi masih ada darah Italia juga. Kakek buyutku orang Swiss. Ayah kakek buyut orang Italia kelahiran Bergamo, di daerah Lombardia. Kakek orang Katolik taat dan Lombardia termasuk dalam wilayah Keuskupan Agung Milano. Itu sebabnya kemudian ayahku memberi nama aku Milan. Untuk mengenang tanah leluhur," papar Milan. "Cool!" puji Yonatan. "Bergamo. Daerah yang katanya memiliki pemandangan pegunungan yang menawan." Ketika Milan memasukkan salad ke mulut, mayonaise meleleh di sudut bibirnya. Melihat hal itu, Markus bergerak cepat menjilat lelehan mayonaise tersebut. "WOW!" seru Yonatan spontan. Markus menoleh. Ia menjilat sisa mayonaise, mengedipkan sebelah matanya kepada Yonatan. "Kenapa terkejut?" tanya Markus kemudian. "Eh.... tidak. Tidak apa-apa," tukas Yonatan. Dalam hati ia merasa kaget juga melihat perbuatan Markus. Meskipun hal semacam itu bukan istimewa, tetapi tetap mengejutkan juga. Kabut mulai menipis. Jarum jam tangan David menunjuk waktu pukul 02.37 WITA. "Kita kembali ke penginapan saja," ajak Yonatan. "OK! Aku juga capek," timpal Milan. Keempat laki-laki itu menuruni lereng dan melewati tepian sungai, kembali ke penginapan. Di perjalanan, Markus berkata, "Nanti malam, kita ngobrol lagi ya? Di teras barat. Dekat kamar kami." "OK!" sahut Yonatan dan David hampir bersamaan. "Bagus! Siapa tahu nanti malam David bisa memasak untuk kami," kata Milan dengan sorot mata penuh arti.
[to be continued]
_________________
|
|
|
|
inner handsome
Super Star


Jumlah posting: 353
Lokasi: Jabodetabek
Registration date: 07.10.09
|
Subyek: Re: David dan Yonatan Wed Nov 11, 2009 11:58 pm |
|
|
Wah br ya, asyik gw yg pertama baca
|
|
|
|
theelementer
New Star

Jumlah posting: 36
Registration date: 30.01.09
|
Subyek: Re: David dan Yonatan Thu Nov 12, 2009 1:27 am |
|
|
|
yang kedua ahahahaha seru2.... apakah mereka ber 4 bakal maen ya hihihi
|
|
|
|
inner handsome
Super Star


Jumlah posting: 353
Lokasi: Jabodetabek
Registration date: 07.10.09
|
Subyek: Re: David dan Yonatan Fri Nov 13, 2009 11:38 am |
|
|
|
Wah gw jg mikir ke arah sana, tp jgn d, entar kayak "adult" jd nya.
|
|
|
|
theelementer
New Star

Jumlah posting: 36
Registration date: 30.01.09
|
Subyek: Re: David dan Yonatan Tue Nov 17, 2009 10:02 pm |
|
|
|
udah ampir seminggu neh. kok lom ada lanjutan nya ya ?
|
|
|
|
theelementer
New Star

Jumlah posting: 36
Registration date: 30.01.09
|
Subyek: Re: David dan Yonatan Wed Nov 18, 2009 10:04 pm |
|
|
|
mana ini lanjutan nya / tar kalo telat di update lama2 pengunjungnya hilang loh. pada pindah semua ke tempat lain.
|
|
|
|
inner handsome
Super Star


Jumlah posting: 353
Lokasi: Jabodetabek
Registration date: 07.10.09
|
Subyek: Re: David dan Yonatan Wed Nov 18, 2009 11:08 pm |
|
|
|
Iya nih
|
|
|
|
|
|
| Halaman 11 dari 12 |
Pilih halaman : 1, 2, 3 ... , 10, 11, 12  |
|
| Permissions of this forum: |
Anda tidak dapat menjawab topik
|
|
|
|
|
|
|
|