|
|
|
|
| Pengirim |
Message |
.. albert ..
Moderator Cuci Mata

Jumlah posting: 6278
Registration date: 13.10.08
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: David dan Yonatan Sat Feb 21, 2009 9:38 pm |
|
|
Number Two nya Mana ????
Lamaaaa.....
|
|
|
|
oscar_wilde
Mega Star


Jumlah posting: 506
Umur: 21
Lokasi: Semarang, Jakarta
Zodiac Sign: Leo
Chinese Zodiac: Naga
Registration date: 15.01.09
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: David dan Yonatan Sun Feb 22, 2009 6:12 pm |
|
|
| Art_Art wrote: | | Shayne Chronos wrote: | | another fiktif??? atau berdasarkan kejadian nyata? |
Fiktif kek nya.....  |
Hehehe... Nyata yang dibuat fiktif
|
|
|
|
.. albert ..
Moderator Cuci Mata


Jumlah posting: 6278
Umur: 19
Lokasi: ► S u r a b a y a Status : In a Relationship Rank : 1
Zodiac Sign: Virgo
Chinese Zodiac: Kuda
Registration date: 13.10.08
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: David dan Yonatan Mon Feb 23, 2009 5:00 am |
|
|
| oscar_wilde wrote: | | Art_Art wrote: | | Shayne Chronos wrote: | | another fiktif??? atau berdasarkan kejadian nyata? |
Fiktif kek nya.....  |
Hehehe... Nyata yang dibuat fiktif |
Lah Kok Gitu ??
1/2 Nyata 1/2 Fiktif Neh ??
Wkwkwk ..
_________________
|
|
|
|
dodi90
Moderator Bloggie


Jumlah posting: 3690
Umur: 19
Lokasi: S U R A B A Y A
Zodiac Sign: Leo
Chinese Zodiac: Kuda
Registration date: 11.01.09
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: David dan Yonatan Mon Feb 23, 2009 6:04 am |
|
|
hoho kejadian nyata berdasarkan kisah fiktif^^
_________________
Some say love it is a river that drown to tender reeds Some say love it is a razor that leaves your soul to bleed Some say love it is a hunger an endlees aching need I say love it is a flower and you it's only seed
|
|
|
|
oscar_wilde
Mega Star


Jumlah posting: 506
Umur: 21
Lokasi: Semarang, Jakarta
Zodiac Sign: Leo
Chinese Zodiac: Naga
Registration date: 15.01.09
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: David dan Yonatan Wed Feb 25, 2009 8:21 pm |
|
|
DUA Pagi menjelang. Sinar matahari yang hangat menerobos tirai putih tipis yang melambai tertiup angin. David membuka kedua matanya. Dikucek-kucek kedua matanya untuk memastikan, bahwa Yonatan masih berbaring di sebelahnya. Namun ia keliru. Yonatan sudah bangun lebih awal. David sendirian di ranjang dengan selimut yang masih menutupi setengah badannya. Buru-buru David turun dari tempat tidur. Ia khawatir kalau terjadi sesuatu dengan belahan jiwanya. Tetapi belum sempat ia keluar dari kamar, Yonatan sudah berdiri di ambang pintu kamar. Tidak dengan piyama lagi, melainkan hanya sehelai celana dalam hitam yang ketat. Di tangannya terlihat nampan berisi dua cangkir teh hangat. "Mau ke mana, Vid?" tanya Yonatan. "Eh? Kk... kau sudah baikan?" David balik bertanya sambil berjalan kembali ke ranjang. "Sudah. Obat dari dokter semalam sungguh cespleng." "O ya?" tanya David memastikan seraya menyandarkan tubuhnya di bagian kepala ranjang. Yonatan meletakkan nampan di meja samping tempat tidur. Kemudian dia duduk bersila di atas ranjang di hadapan David. "Kamu tidak sedang bercanda kan, Nat?" Yonatan mengangkat kedua bahunya. "Kalau kamu belum sehat benar, tidak usah bekerja dulu. Nanti kalau tambah parah..." Kalimat David tidak terselesaikan karena pada saat itu bibir Yonatan mengunci bibir David. Sebuah kecupan yang hangat, menggedor syaraf David, melambungkan dirinya ke awang-awang. Mereka saling berpagut, berpelukan lebih hangat dari sinar matahari pagi. Kira-kira lima menit mereka saling berbagi perasaan yang tak terucapkan. Namun demikian apa yang tak terkatakan itu berbicara lebih jelas daripada sekadar kata-kata di dalam diri mereka. "Sudah. Sudah cukup, Nat!" kata David. "Hari ini bukankah kau akan ke Babarsari? Tentu kalau badanmu benar-benar sudah fit." "Jangan khawatir, Vid. Aku sudah sembuh. Ada obat yang lebih mujarab yang menyembuhkan aku, dibanding obat dokter." "Apa itu?" "Kau. Kaulah obatnya, Vid. Semalam-malaman kau memelukku dalam tidur. Aku merasa damai. Juga waktu kau sibuk sendiri dengan dirimu..." David memotong kalimat Yonatan, "Apa? Jadi kau tahu kalau aku..." "Ya. Kerajinan tangan," sahut Yonatan cepat sambil mengedipkan sebelah matanya nakal. "Sialan kau! Pura-pura tidur!" seru David sambil menarik Yonatan ke arahnya, menggelitik pinggang buah hatinya. Yonatan tertawa geli. "Hey! Hey! Apa-apaan nih! Hentikan... geli ah!" "Habis kau yang mulai!" "Sudah... lebih baik diminum dulu tehnya," kata Yonatan. "Tapi aku belum berkumur." "Sudah. Ketika kita french kiss tadi." "Muka gila, kau! Hahaha..." David dan Yonatan menghentikan sejenak canda mereka untuk menikmati masing-masing secangkir teh hangat. Sementara angin pagi yang membawa sinar matahari membelai kedua tubuh mereka yang hanya berbalut celana dalam.
***
Jalan Selokan Mataram tidak terlalu lebar. Namun selalu padat setiap harinya. Tidak mengherankan karena jalan yang memang berada di tepi saluran air bantuan Jepang ini selalu menjadi jalur alternatif mahasiswa yang ingin ke UGM. Untuk ke Babarsari pun Yonatan memilih jalan ini. Dari arah UGM ke timur, akan sampai di daerah Seturan. Kemudian belok ke kanan sekitar 20 meter, belok kiri di pertigaan, akan sampai di daerah Babarsari. Di antar oleh David, Yonatan menemui temannya di kampus Universitas Atma Jaya Yogyakarta. "Kuliah apa dia di Atma Jaya?" tanya David. "Biologi. Dulu dia di biologi UGM," jawab Yonatan. "Kenapa malah pindah ke swasta?" "Pacarnya di Atma Jaya." "Gay?" "Tidak. Pacarnya perempuan kok." "Ooh..." "Kenapa?" "Enggak apa-apa." Mereka masuk ke halaman kampus Atma Jaya di Babarsari No. 44. Setelah memarkir dan mengunci kendaraan, David dan Yonatan menapaki tangga menuju lobi kampus. Sekawan seriti terbang di atas lobi dan bersarang di langit-langit lobi. "Di mana dia janji ketemu?" tanya David. "Di ruang baca. Lantai dua. Depan perpustakaan." "OK." Dari lobi mereka berbelok ke kanan, kemudian menaiki anak tangga lagi ke lantai dua. Pintu ruang perpustakaan tepat berada di samping kiri tangga atas. Sedangkan sebelah kanan adalah pintu ruang baca. "Itu dia," kata Yonatan sambil menunjuk seorang laki-laki yang sedang duduk sendirian menghadap sebuah notebook. Mereka menghampiri laki-laki itu. "Hai, Ndre!" sapa Yonatan. Laki-laki yang disapa Yonatan menoleh. Wajahnya sekilas mengingatkan David kepada Keanu Reeves muda. "Oh, sudah tiba kau, Yon," kata Andre, berdiri menyambut kedatangan Yonatan. "Iya. Ndre, kenalkan. Ini David," kata Yonatan. "Andre," kata teman Yonatan seraya mengulurkan tangan. "David," sahut David menjabat tangan Andre. "Andre ini teman SMPku waktu di Solo dulu, Vid. Sebelum aku di SMA dan bertemu kamu," jelas Yonatan. "O ya? Wah... jadi sekalian reuni dong, ceritanya," tukas David. Andre dan Yonatan tertawa. "Kalau begitu kalian kutinggal berdua saja. Kalau di sini, nanti takutnya aku malah mengganggu," imbuh David. "Ah, enggak apa-apa kok!" sahut Yonatan yang lantas meminta persetujuan Andre, "Iya kan, Ndre?" Andre mengangguk mantap. "Tidak. Lebih baik kalian berdua saja," kata David bersikeras. "OK kalau begitu. Kau bisa jalan-jalan keliling kampus. Kalau nanti ketemu cowok ganteng, bagi-bagi ya?" goda Yonatan. Mendengar ucapan Yonatan, David cuma nyengir. Kemudian ia meninggalkan kekasihnya dan Andre berdua. Tidak ada rasa khawatir dalam dirinya kalau-kalau Yonatan jadi dekat dengan Andre. Ia percaya, hubungan yang dijalin selama enam tahun bersamanya tidak akan membuat Yonatan dengan mudah berpaling. Terlebih lagi Yonatan tadi sudah menegaskan, kalau Andre straight.
***
Usai bertemu dengan Andre, Yonatan dan David meninggalkan Atma Jaya. Hari ini kebetulan mereka tidak ada kuliah di kampus dan mereka tidak ingin segera pulang. Maka mereka menuju ke Ambarrukmo Plaza untuk sekadar cuci mata. Mereka masuk ke tempat makan cepat saji. Maklum, sejak pagi perut mereka hanya terisi secangkir teh dan sekerat roti yang dibagi berdua. "Enak juga ya jadi mahasiswa di Atma Jaya," kata David sambil menjepit segumpal mi dengan sumpit. "Maksud kamu apa?" tanya Yonatan. "Tadi aku naik ke lantai paling atas. Dari situ aku bisa melihat kolam renang di Sahid Hotel," terang David. Memang kampus Atma Jaya Babarsari 44 berbatasan tembok dengan hotel yang disebut David. "Terus?" desak Yonatan. "Namanya juga kolam renang. Ada orang yang berenang dan berjemur. Kebetulan tadi yang berjemur cowok bule dan oriental. Mungkin Chinese. Dari jauh mereka kelihatan cakep sih." "Hubungannya dengan mahasiswa Atma Jaya apa?" "Yaaa... kalau mereka jenuh dengan kuliah... bisa cuci mata." "Dasar!" David tertawa lebar. "Sudah. Makan dulu! Perutku lapar banget nih!" kata Yonatan. Sepasang kekasih itu menghabiskan waktu sekitar satu setengah jam di tempat itu. Makan diselingi canda. Baik David maupun Yonatan telah menghabiskan pesanan makanan dan minuman mereka licin tandas. "Ke mana kita sekarang?" tanya Yonatan. "Bagaimana kalau ke Krakal?" jawab David, menyebut nama sebuah pantai. "Jam segini?" "Memang kenapa? Sekarang jam dua." "Panas." "Tidak apa-apa kan? Sampai di sana kita bisa berteduh tidak terlalu lama. Sebentar sudah sore. Kita bisa menikmati sunset." "Kita tidak membawa pakaian ganti dan bekal." "Tidak perlu pakaian ganti. Biar begini saja. Bekal... kita cari di jalan nanti." "OK lah kalau begitu," Yonatan mengalah.
***
TIGA Langit barat terlihat jingga keemasan. Debur ombak yang memecah karang masih terdengar, meski tidak sederas jam empat sore tadi. David dan Yonatan berteduh di sebuah ceruk karang yang berpasir di dasarnya. David bersandar di dinding karang, sementara Yonatan merebahkan kepalanya di paha David. Hari itu tidak begitu banyak orang yang datang ke pantai. Sehingga panorama dan waktu yang ada benar-benar serasa milik mereka berdua. "Kau tidak ingin tahu, aku dan Andre tadi membicarakan apa?" tanya Yonatan. "Haruskah?" David balik bertanya. "Entah." "Kalau kau tidak ingin aku tahu, tidak perlu kau ceritakan." "Tetapi aku ingin menceritakannya kepadamu." "Kalau begitu, ceritakan saja!" "Andre akan putus dengan pacarnya." David tidak bereaksi. "Dia memergoki ceweknya berdua dengan laki-laki lain." David masih tidak bereaksi. "Di kamar kos." David diam. "Kok kamu diam saja sih, Vid?" tanya Yonatan. "Aku mesti bicara apa? Aku baru kenal Andre tadi. Apalagi hubungannya dengan ceweknya, sama sekali aku tidak tahu." "Setidak-tidaknya kamu bisa memberi pertimbangan kepada Andre, bagaimana ia harus mengambil tindakan terhadap ceweknya, kan?" "Bagaimana aku bisa? Makhluk yang disebut perempuan adalah misteri besar bagiku. Aku tidak bisa memahami mereka, sebaik aku memahami dirimu. Jadi memberi pertimbangan kepada Andre yang hampir putus cinta dengan ceweknya adalah sesuatu yang tidak bisa kuberikan. Aku belum pernah jatuh cinta kepada perempuan. Aku tidak membenci mereka. Hanya memang aku tidak bisa jatuh cinta kepada mereka." Kali ini giliran Yonatan yang bungkam. Hanya suara ombak yang terdengar. David mengelus rambut Yonatan. Tanyanya, "Bagaimana denganmu? Apakah kamu tadi juga memberi pertimbangan kepada Andre?" Yonatan membuka mulut, "Aku tidak tahu, apakah yang kukatakan kepadanya tadi adalah pertimbangan atau bukan. Sama seperti kamu, aku tidak tahu pasti tentang perempuan. Satu-satunya perempuan yang sangat kukenal adalah ibuku." "Jadi bagaimana?" "Entahlah." Suasana kembali senyap. David dan Yonatan terbawa terbang di alam pikiran masing-masing. Sementara langit di barat semakin merah keemasan, bermandi cahaya matahari. Pemandangan itu terasa sangat romantis. Tiba-tiba Yonatan menolehkan kepalanya ke bagian di antara paha David. Lalu dia tengkurap. Kedua tangannya memegang tepi celana David. Kemudian jari-jemari tangan kanannya membuka kancing atas celana kekasihnya, sementara yang kiri menarik turun ritsleting David. "Apa yang akan kau lakukan?" tanya David dengan wajah memerah. "Sssh... diam saja kau...," bisik Yonatan. Gerakan tangan Yonatan demikian terampil, seakan-akan memiliki mata. Begitu kancing celana dan ritsleting David terbuka, Yonatan tidak menunggu waktu untuk menurunkan tepi celana dalam David. Sekarang terlihat di depan matanya, kemaluan David yang setengah mengeras. "Semalam kau bekerja sendirian. Sekarang, biarkan aku melakukannya untukmu," bisik Yonatan. Telapak tangan Yonatan menggenggam kemaluan David. Kedua bibirnya mendarat di bagian glans penis. Ujung lidahnya berputar-putar di celah meatus dan bagian frenulum untuk beberapa waktu lamanya. Kemudian dengan satu gerakan yang cepat, ia memasukkan seluruh batang kemaluan David ke dalam mulut dan kerongkongannya. Sedetik pantat David terangkat karena gerakan Yonatan yang tak diduga itu. David merintih lirih. Melihat reaksi David, Yonatan semakin bersemangat. Kepalanya naik-turun sepanjang batang kemaluan David. Setelah beberapa saat, langit-langit rongga mulut Yonatan merasakan semprotan cairan kental, manis sedikit asin. "Ah... kau... kau ini...," David tidak dapat meneruskan kalimatnya. Bibir Yonatan yang basah oleh spermanya telah mendarat di bibirnya.
(To be continued)
Terakhir diubah oleh oscar_wilde tanggal Thu Apr 09, 2009 5:35 pm, total 1 kali diubah
|
|
|
|
oscar_wilde
Mega Star


Jumlah posting: 506
Umur: 21
Lokasi: Semarang, Jakarta
Zodiac Sign: Leo
Chinese Zodiac: Naga
Registration date: 15.01.09
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Empat Tue Mar 03, 2009 9:59 pm |
|
|
EMPAT
Langit malam berhias rembulan yang menampakkan wajahnya separo. Mobil yang dikemudikan oleh Yonatan memasuki Yogya. Sesorean di pantai membuat tubuh mereka terasa lelah. Angin laut yang membawa uap garam membuat kulit mereka terasa lengket. Mobil memasuki halaman rumah, tepat ketika jarum pendek arloji yang melingkar di pergelangan tangan Yonatan menunjuk angka 10. "Hwah... capeknya! Jadi pengen segera mandi," gumam David. "Sama," sahut Yonatan. Mesin mobil dimatikan. Kedua sejoli itu masuk ke rumah setelah memastikan pagar rumah terkunci. Kemudian mereka menuju ke kamar. Yonatan memeluk David dari belakang. Kemudian kedua tangannya melepaskan kaos David. Diciuminya punggung David. Masih ada sedikit pasir putih yang menempel di punggung David. Setelah itu, dibalikkannya tubuh Yonatan. Dengan lembut, tangan Yonatan membuka kancing celana dan ritsleting David. Celana jeans itu spontan melorot ke bawah. Sekarang David dalam kostum kulit alias telanjang bulat --- tidak ada celana dalam yang menutupi kemaluan David karena celana dalamnya telah basah di pantai sore tadi. Kini giliran David melepaskan satu demi satu pakaian yang melekat di tubuh Yonatan. David telanjang. Yonatan juga telanjang. Mata David menatap mata Yonatan. Mata Yonatan menatap mata David. Saling tatap. David tersenyum. Yonatan tersenyum. Sama-sama tersenyum. Mereka sedang merangkai percakapan yang tak terucapkan. David memegang lengan Yonatan, membimbing belahan jiwanya masuk ke dalam kamar mandi. Yonatan membuka kran air panas dan air dingin yang dengan segera mengisi bathtub. Sambil menunggu bathtub terisi, mereka saling bertukar ciuman dalam-dalam. "Masih belum puas juga setelah yang sore tadi?" bisik David di telinga Yonatan. Yonatan menggeleng. Katanya, "Kamu tidak pernah mengecewakan aku, Vid." Sekitar sepuluh menit mereka saling kecup. Sekarang mereka masuk ke dalam bathtub. Yonatan lebih dulu. David menyusul belakangan. Busa sabun menutupi kedua tubuh mereka. Air hangat membuat simpul-simpul saraf mereka bergelenyar.
[To be Continued]
|
|
|
|
Art_Art
Cute & Handsome


Jumlah posting: 2531
Umur: 13
Lokasi: XXXXXXXXXX
Zodiac Sign: Leo
Chinese Zodiac: Tikus
Registration date: 28.10.08
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: David dan Yonatan Wed Mar 04, 2009 8:13 am |
|
|
Keren-keren..... Mungkin karena setting tempatnya familiar banget kali yah... btw bener yah anak Atma Jaya Jogja katanya banyak yang Gay yah ?!?!?
Hm.. Ceritanya seru... apalagi waktu adegan "itu"...tapi kok dibahasnya cuma 1 alinea...hehehe jangan terburu-buru...tulisan kayak gini mah bisa ditunggu dengan sabar agar lebih dalam lagi dan lebih deskriptif hehehe keep writing yaw....tunggu lanjutannya !!!
_________________
|
|
|
|
oscar_wilde
Mega Star


Jumlah posting: 506
Umur: 21
Lokasi: Semarang, Jakarta
Zodiac Sign: Leo
Chinese Zodiac: Naga
Registration date: 15.01.09
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: David dan Yonatan Thu Mar 05, 2009 6:30 pm |
|
|
| Art_Art wrote: | Keren-keren..... Mungkin karena setting tempatnya familiar banget kali yah... btw bener yah anak Atma Jaya Jogja katanya banyak yang Gay yah ?!?!?
Hm.. Ceritanya seru... apalagi waktu adegan "itu"...tapi kok dibahasnya cuma 1 alinea...hehehe jangan terburu-buru...tulisan kayak gini mah bisa ditunggu dengan sabar agar lebih dalam lagi dan lebih deskriptif hehehe keep writing yaw....tunggu lanjutannya !!! |
Thanks... Iya aku anak Atma Jaya Jogja... hehehe... Yogyakarta atau Yo-Gay-karta ya? Memang yang ke-4 belum selesai. Masih akan dilanjutkan lagi. Kemarin mau nulis panjang-panjang enggak bisa karena ada tamu.
|
|
|
|
oscar_wilde
Mega Star


Jumlah posting: 506
Umur: 21
Lokasi: Semarang, Jakarta
Zodiac Sign: Leo
Chinese Zodiac: Naga
Registration date: 15.01.09
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: David dan Yonatan Thu Mar 05, 2009 10:19 pm |
|
|
| oscar_wilde wrote: | EMPAT
Langit malam berhias rembulan yang menampakkan wajahnya separo. Mobil yang dikemudikan oleh Yonatan memasuki Yogya. Sesorean di pantai membuat tubuh mereka terasa lelah. Angin laut yang membawa uap garam membuat kulit mereka terasa lengket. Mobil memasuki halaman rumah, tepat ketika jarum pendek arloji yang melingkar di pergelangan tangan Yonatan menunjuk angka 10. "Hwah... capeknya! Jadi pengen segera mandi," gumam David. "Sama," sahut Yonatan. Mesin mobil dimatikan. Kedua sejoli itu masuk ke rumah setelah memastikan pagar rumah terkunci. Kemudian mereka menuju ke kamar. Yonatan memeluk David dari belakang. Kemudian kedua tangannya melepaskan kaos David. Diciuminya punggung David. Masih ada sedikit pasir putih yang menempel di punggung David. Setelah itu, dibalikkannya tubuh Yonatan. Dengan lembut, tangan Yonatan membuka kancing celana dan ritsleting David. Celana jeans itu spontan melorot ke bawah. Sekarang David dalam kostum kulit alias telanjang bulat --- tidak ada celana dalam yang menutupi kemaluan David karena celana dalamnya telah basah di pantai sore tadi. Kini giliran David melepaskan satu demi satu pakaian yang melekat di tubuh Yonatan. David telanjang. Yonatan juga telanjang. Mata David menatap mata Yonatan. Mata Yonatan menatap mata David. Saling tatap. David tersenyum. Yonatan tersenyum. Sama-sama tersenyum. Mereka sedang merangkai percakapan yang tak terucapkan. David memegang lengan Yonatan, membimbing belahan jiwanya masuk ke dalam kamar mandi. Yonatan membuka kran air panas dan air dingin yang dengan segera mengisi bathtub. Sambil menunggu bathtub terisi, mereka saling bertukar ciuman dalam-dalam. "Masih belum puas juga setelah yang sore tadi?" bisik David di telinga Yonatan. Yonatan menggeleng. Katanya, "Kamu tidak pernah mengecewakan aku, Vid." Sekitar sepuluh menit mereka saling kecup. Sekarang mereka masuk ke dalam bathtub. Yonatan lebih dulu. David menyusul belakangan. Busa sabun menutupi kedua tubuh mereka. Air hangat membuat simpul-simpul saraf mereka bergelenyar. David merebahkan punggungnya di dada Yonatan. Ia memejamkan mata, menikmati betapa nyaman bersandar di dada kekasihnya. Sementara Yonatan memeluknya. Telapak tangannya mengusap-usap dada David dengan lembut. Sesekali ibujari dan telunjuknya memilin-milin payudara David. David masih memejamkan mata, seolah-olah tidur. Namun demikian ia merasakan bagian di antara selangkangannya terbangun. Pelan-pelan dari balik busa sabun, gland penisnya menegak. David juga merasakan, bahwa kemaluan Yonatan yang sekarang tertindih belahan pantatnya, mulai mengeras. David bereaksi dengan memegang penis Yonatan, mengarahkan ke lubang pelepasannya. David mengangkat pantatnya sesaat, kemudian menurunkannya perlahan. Ia merasakan batang kemaluan Yonatan begitu pas dengan rongga anusnya. Sekarang Yonatan menggerakkan pantatnya. Otomatis batang kemaluannya menggesek-gesek permukaan dalam anus David. Yonatan berbisik, "Ini sebagai balasan atas protein cair yang kauberikan kepadaku di pantai tadi sore." David merintih lirih. Tangan kanannya memegang batang kemaluannya sendiri. Menggosok-menarik-mendorong-memilin-menekan, di antara putih busa sabun. Kini dalam kamar mandi yang terdengar hanya rintih nikmat dari mulut David dan Yonatan, juga kecipak air.
***
Usai mandi, David menyiapkan makan malam. Memang bisa dibilang sudah terlalu larut untuk disebut makan malam. Akan tetapi mereka telah menguras tenaga seharian. Dan itu harus segera mendapat ganti. Terlebih Yonatan baru saja sembuh. Bagi David, Yonatan adalah kuda liar. Meski baru sembuh, namun "kenakalannya" tidak berkurang. Pemulihan staminanya juga mengagumkan, meski kemarin pingsan. "Apa kau tidak takut akan jatuh sakit lagi, menguras tenaga seperti tadi?" tanya David, menyendok nasi. "Amor vincit omnia," jawab Yonatan. "Apa itu?" "Cinta menaklukkan segalanya." "Oh." "Karena cintamu, aku cepat pulih. Karena cintaku, aku ingin memberi apa yang terbaik dari seluruh diriku." David membalasnya dengan mengangkat bahu. "Kenapa? Kau tidak suka?" tanya Yonatan. "Bukan begitu. Aku cuma agak cemas kalau kamu terlalu memaksakan diri. Tidak baik itu," jawab David. Yonatan terdiam. Ia mencoba mencerna kalimat David sambil menguyah dendeng manis. "Kau tidak menikmati hubungan kita tadi?" tanya Yonatan. "Sangat menikmati," jawab David. "Jadi?" "Ya itu tadi. Jangan terlalu memaksakan diri. Masih ada hari-hari buat kita untuk bersama, untuk bermesraan." "Baiklah, kalau maumu begitu," sahut Yonatan sambil tersenyum lebar. Mereka menghabiskan makan malam. Setelah menyikat gigi, keduanya beranjak ke tempat tidur. Seperti yang sudah-sudah, mereka melepaskan seluruh pakaian yang melekat. Mereka bercakap-cakap sebentar, saling bertukar ciuman, saling memeluk, dan tidak lama kemudian hanya nafas lembut keduanya yang terdengar. Mereka lelap dalam malam.
***
David terjaga. Yonatan masih terlelap. David merasakan jantungnya berdetak kencang. Ia baru saja bermimpi. Tetapi ia tidak mengerti mengapa mimpi itu membuat jantungnya berdebar-debar. Ingin sekali ia menceritakan mimpinya kepada Yonatan. Akan tetapi niat itu diurungkannya, melihat Yonatan tidur begitu lelap. Diputuskannya untuk menceritakan mimpinya kepada Yonatan pada waktu sarapan. David berusaha memejamkan mata. Namun mimpi tadi begitu mengganggunya. Maka diputuskannya untuk bangun saja. Dia turun dari ranjang, menuju kamar mandi untuk buang air kecil. Setelah itu dia pergi ke ruang makan, mencari segelas air putih untuk menggelontor kerongkongannya yang terasa kering. Puas menyegarkan kerongkongannya, David menuju ruang tengah. Diambilnya remote control untuk menyalakan TV. Dia memilih salah satu stasiun TV swasta. Pembawa acara infotainment menyiarkan berita tentang konflik rumah tangga antara Saiful Djamil dengan isterinya - Dewi Persik. "Hhhh... apa tidak ada berita lain yang lebih berbobot," keluh David sambil mengalihkan channel. Akan tetapi hasilnya idem. Entah kenapa sepertinya semua stasiun tv pagi itu berkomplot menyiarkan konflik rumah tangga orang. Maka ia mematikan tv dan pergi ke ruang baca. David menyalakan lampu baca di meja. Kemudian ia mengambil buku yang belum habis dibaca. Buku tulisan Prof. Sartono Kartodirdjo almarhum - guru besar ilmu sejarah di kampusnya.
[To be Continued] |
|
|
|
|
oscar_wilde
Mega Star


Jumlah posting: 506
Umur: 21
Lokasi: Semarang, Jakarta
Zodiac Sign: Leo
Chinese Zodiac: Naga
Registration date: 15.01.09
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: David dan Yonatan Mon Mar 09, 2009 10:21 pm |
|
|
LIMA
Telur mata sapi yang ada di piring Yonatan sudah berpindah ke lambungnya. Mulutnya masih mengunyah-ngunyah nasi goreng yang dibuat David. "Hey, kenapa diam saja?" tanya Yonatan setelah menelan nasinya. David mengangkat wajah. Katanya, "Aku bermimpi." "Mimpi apa?" "Aku duduk di tengah lapangan, malam hari. Bulan purnama. Kemudian bulan itu jatuh ke pangkuanku untuk beberapa waktu lamanya. Namun kemudian bulan itu bergulir jatuh. Menggelinding menjauh. Aku berusaha mengejarnya, namun sia-sia. Bulan lenyap ditelan gelap. Tinggal aku sendiri di tengah lapangan sunyi." Yonatan terdiam sesaat mendengar penuturan David. "Jadi begitu mimpimu? Apa artinya?" tanya Yonatan. David mengangkat bahu. "Yang jelas pikiranku terganggu sekali dengan mimpi itu." Yonatan mencoba menghibur, "Sudahlah. Kata orang-orang tua, mimpi itu kan bunganya tidur. Tidak akan terjadi apa-apa, Vid." "Mudah-mudahan apa yang kau bilang itu benar." Yonatan tersenyum. Lebar. Melihat senyuman itu, David kemudian menggumamkan sebuah lagu,
"The other night dear, as I lay sleeping I dreamed I held you in my arms But when I awoke, dear, I was mistaken So I hung my head and I cried.
You are my sunshine, my only sunshine You make me happy when skies are gray You'll never know dear, how much I love you Please don't take my sunshine away
I'll always love you and make you happy, If you will only say the same. But if you leave me and love another, You'll regret it all some day:
You are my sunshine, my only sunshine You make me happy when skies are gray You'll never know dear, how much I love you Please don't take my sunshine away..."
"Sedih sekali lagumu, Vid. Tidak bisakah kau lupakan mimpimu?" "Andai aku bisa, Nat." "Pasti bisa." David mengangguk, meski di dalam hatinya tidak yakin. "Ya sudah, ayo kita berangkat. Jam setengah delapan sekarang," kata Yonatan mencoba mengalihkan topik pembicaraan.
***
Boulevard UGM terlihat tidak begitu ramai seperti biasanya. Tempat di mana sering menjadi ajang demonstrasi para mahasiswa itu terasa lebih lengang. Mobil yang dikemudikan Yonatan melaju pelan. Tahun-tahun menjelang kejatuhan Soeharto hingga pemerintahan Megawati, boulevard tidak pernah sunyi dari demonstrasi. Pada masa pemerintahan SBY, mahasiswa juga berdemo, meski tidak sebanyak masa awal reformasi. Keramaian lain di sekitar gedung Grha Sabha Paripurna akan muncul setiap Minggu pagi, di mana semua orang yang masuk kompleks kampus hanya diperbolehkan berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor. "Hei! Lihat itu, Vid!" seru Yonatan sambil menunjuk ke tepi jalan. "Apa?" sahut David sambil melihat ke arah yang ditunjuk Yonatan. "Bukankah itu Andre?" David menajamkan penglihatannya. Seorang pemuda sedang berjalan menyusuri trotoar boulevard. Namun posisi pemuda itu ada di depan mereka dan tampak belakang. "Sepertinya iya. Tapi kok jalan kaki?" tanya David. "Itu dia. Biasanya dia pakai sepeda motor," sahut Yonatan. "Kamu mau menyapa dia?" tanya David. "Kamu tidak keberatan?" Yonatan balik bertanya. "Mengapa harus keberatan?" "OK. Tunggu ya!" Yonatan menepikan kendaraan. Mematikan mesin. Keluar. Berlari kecil menghampiri Andre. Sementara David menunggu di dalam mobil sambil memperhatikan mereka. Kira-kira lima belas menit Yonatan dan Andre terlibat pembicaraan. David tidak dapat mendengar apa yang mereka bicarakan. Akan tetapi ia dapat membaca mimik wajah mereka. Tampaknya Andre menyampaikan hal yang serius. Mungkin masih ada kaitannya dengan kemarin. Yonatan meninggalkan Andre yang tetap berjalan kaki. "Mau ke mana dia?" tanya David setelah Yonatan di belakang kemudi. "Katanya mau ke perpustakaan pusat. Nyari buku referensi," jawab Yonatan. "Kok enggak pakai kendaraan?" "Sepeda motornya masuk bengkel. Kemarin malam dia nabrak tiang telepon. Melamun. Gara-gara masalah dengan ceweknya itu." David menggeleng-gelengkan kepala. "Ada-ada saja. Hhhh... perempuan," gumamnya kemudian. Yonatan menyalakan mesin. Tak lama kemudian mereka melaju. Ia mengantar David ke tempat kuliah antropologi, sebelum ia sendiri menuju ke fakultas kedokteran.
[to be continued]
Terakhir diubah oleh oscar_wilde tanggal Sun Mar 15, 2009 8:45 pm, total 2 kali diubah
|
|
|
|
k a z e
Global Moderator


Jumlah posting: 2161
Lokasi: Surabaya
Registration date: 12.10.08
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: David dan Yonatan Mon Mar 09, 2009 11:17 pm |
|
|
Bgs crita ny.. Diusahakan jangan sampai jd kek cerita 17tahun.com yaaa. Wkwkwkwkwk Ceritakan bagian hoho hihi nya dengan cara yg lebih manis tapi menggoda. Biarin imajinasi pembaca menerka2 sendiri.
Btw, itu lagu karangan u sendiri ato ada mmg beneran ada lagu ny?
_________________

Only Human ~ K ~
In a place worn down by sadness, something called a miracle is waiting..
|
|
|
|
oscar_wilde
Mega Star


Jumlah posting: 506
Umur: 21
Lokasi: Semarang, Jakarta
Zodiac Sign: Leo
Chinese Zodiac: Naga
Registration date: 15.01.09
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: David dan Yonatan Thu Mar 12, 2009 6:50 pm |
|
|
| k a z e wrote: | Bgs crita ny.. Diusahakan jangan sampai jd kek cerita 17tahun.com yaaa. Wkwkwkwkwk Ceritakan bagian hoho hihi nya dengan cara yg lebih manis tapi menggoda. Biarin imajinasi pembaca menerka2 sendiri.
Btw, itu lagu karangan u sendiri ato ada mmg beneran ada lagu ny? |
17tahun.com? apa ya... belum pernah denger... :silent:
|
|
|
|
oscar_wilde
Mega Star


Jumlah posting: 506
Umur: 21
Lokasi: Semarang, Jakarta
Zodiac Sign: Leo
Chinese Zodiac: Naga
Registration date: 15.01.09
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: David dan Yonatan Thu Mar 12, 2009 6:53 pm |
|
|
| k a z e wrote: | Bgs crita ny.. Diusahakan jangan sampai jd kek cerita 17tahun.com yaaa. Wkwkwkwkwk Ceritakan bagian hoho hihi nya dengan cara yg lebih manis tapi menggoda. Biarin imajinasi pembaca menerka2 sendiri.
Btw, itu lagu karangan u sendiri ato ada mmg beneran ada lagu ny? |
Lagu itu mmg beneran ada kok... malah jadi lagu penutup salah satu episode QAF... Aku suka liriknya...
|
|
|
|
k a z e
Global Moderator


Jumlah posting: 2161
Lokasi: Surabaya
Registration date: 12.10.08
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: David dan Yonatan Fri Mar 13, 2009 3:12 am |
|
|
17tahun.com.. Site cerita porno fave na Terry. LOL
Humm, apa judul lagu & siapa penyanyi ny, kk? Mau donlot ah ~~~~
_________________

Only Human ~ K ~
In a place worn down by sadness, something called a miracle is waiting..
|
|
|
|
Art_Art
Cute & Handsome


Jumlah posting: 2531
Umur: 13
Lokasi: XXXXXXXXXX
Zodiac Sign: Leo
Chinese Zodiac: Tikus
Registration date: 28.10.08
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: David dan Yonatan Fri Mar 13, 2009 7:40 am |
|
|
| k a z e wrote: | 17tahun.com.. Site cerita porno fave na Terry. LOL
Humm, apa judul lagu & siapa penyanyi ny, kk? Mau donlot ah ~~~~ |
Hahahaha...iya iya... itu site fav nya terry hahahaha Btw klo mimpi bulan bukannya katanya dapat rejeki yah ? gitu yah ? tapi kok bulannya menggelinding...?? berarti....... artina.....SAATNYA MAIN BOWLING !!!!!!
_________________
|
|
|
|
dodi90
Moderator Bloggie


Jumlah posting: 3690
Umur: 19
Lokasi: S U R A B A Y A
Zodiac Sign: Leo
Chinese Zodiac: Kuda
Registration date: 11.01.09
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: David dan Yonatan Fri Mar 13, 2009 10:05 pm |
|
|
wew kok jauh beda artinya... maen boling di bulan kk???
_________________
Some say love it is a river that drown to tender reeds Some say love it is a razor that leaves your soul to bleed Some say love it is a hunger an endlees aching need I say love it is a flower and you it's only seed
|
|
|
|
k a z e
Global Moderator


Jumlah posting: 2161
Lokasi: Surabaya
Registration date: 12.10.08
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: David dan Yonatan Fri Mar 13, 2009 11:21 pm |
|
|
| Art_Art wrote: | | k a z e wrote: | 17tahun.com.. Site cerita porno fave na Terry. LOL
Humm, apa judul lagu & siapa penyanyi ny, kk? Mau donlot ah ~~~~ |
Hahahaha...iya iya... itu site fav nya terry hahahaha Btw klo mimpi bulan bukannya katanya dapat rejeki yah ? gitu yah ? tapi kok bulannya menggelinding...?? berarti....... artina.....SAATNYA MAIN BOWLING !!!!!!  |
Mimpi bulan? Bukan ny mimpi digigit ular, Art? Klo ak tau na, mimpi digigit ular = pertanda baik. Wkwkwk
_________________

Only Human ~ K ~
In a place worn down by sadness, something called a miracle is waiting..
|
|
|
|
dodi90
Moderator Bloggie


Jumlah posting: 3690
Umur: 19
Lokasi: S U R A B A Y A
Zodiac Sign: Leo
Chinese Zodiac: Kuda
Registration date: 11.01.09
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: David dan Yonatan Fri Mar 13, 2009 11:31 pm |
|
|
kata mamaku juga gitu^^ hihi:p
_________________
Some say love it is a river that drown to tender reeds Some say love it is a razor that leaves your soul to bleed Some say love it is a hunger an endlees aching need I say love it is a flower and you it's only seed
|
|
|
|
oscar_wilde
Mega Star


Jumlah posting: 506
Umur: 21
Lokasi: Semarang, Jakarta
Zodiac Sign: Leo
Chinese Zodiac: Naga
Registration date: 15.01.09
Foto di profile & deskripsi diri Gw itu cowok yg: Cowo ideal yg gw cari/suka:
|
Subyek: Re: David dan Yonatan Sat Mar 14, 2009 8:21 pm |
|
|
| k a z e wrote: | 17tahun.com.. Site cerita porno fave na Terry. LOL
Humm, apa judul lagu & siapa penyanyi ny, kk? Mau donlot ah ~~~~ |
Itu lagu mayan lama... Judulnya You are My Sunshine penyanyinya Johnny Cash n banyak penyanyi lain... Tapi katanya sih dulunya dinyanyiin oleh Jimmie Davis... sekitar tahun 40-an... Atau cari di youtube kan ada... hehehe...
Suka dengan liriknya ya?
Lirik lengkapnya:
The other night dear, as I lay sleeping I dreamed I held you in my arms But when I awoke, dear, I was mistaken So I hung my head and I cried.
You are my sunshine, my only sunshine You make me happy when skies are gray You'll never know dear, how much I love you Please don't take my sunshine away
I'll always love you and make you happy, If you will only say the same. But if you leave me and love another, You'll regret it all some day:
You are my sunshine, my only sunshine You make me happy when skies are gray You'll never know dear, how much I love you Please don't take my sunshine away
You told me once, dear, you really loved me And no one else could come between. But not you've left me and love another; You have shattered all of my dreams:
You are my sunshine, my only sunshine You make me happy when skies are gray You'll never know dear, how much I love you Please don't take my sunshine away
In all my dreams, dear, you seem to leave me When I awake my poor heart pains. So when you come back and make me happy I'll forgive you dear, I'll take all the blame.
You are my sunshine, my only sunshine You make me happy when skies are gray You'll never know dear, how much I love you Please don't take my sunshine away
|
|
|
|
|
|
| Halaman 2 dari 12 |
Pilih halaman : 1, 2, 3, ... 10, 11, 12  |
|
| Permissions of this forum: |
Anda tidak dapat menjawab topik
|
|
|
|
|
|
|
|